Senin, 13 September 2021

(sebagian) Ciri-ciri Online Shop Penipu, Waspadai!

 Helooooo, I’m back dengan segala ke randoman ini huhuhu. Miss me? Nope? Ok, gapapaaa. :’)

Ok kesampingkan intro yang engga jelas itu, mesti kok kamu itu, Mar.

Hari ini, di postingan kali ini, aku mau berbagi pengalaman tentang ‘ketipu online shop’ dan gimana cara menghindarinya. Jadi, beberapa bulan yang lalu, aku dan mamaku, atau lebih tepatnya mamaku aja sih hwehehehe, kena tipu karena tergiur sama barang online shop yang harganya, jujurly, agak ngga realistis. Bukan berarti harganya murah terus barangnya jelek, engga. Itu masih bagus kalo kayak gitu. At least, barangnya masih dikirim, dan kita terima. Meskipun emang pastinya sangat bikin dongkol. Tapi, yang ini worse! Uda di transfer, barangnya engga dikirim dong! Kesel? BANGET!
 

Bisnis online shop belakangan ini memang lagi naik daun guys. Selain karena lebih mudah, lebih murah, banyak promonya, kita ga perlu repot-repot dateng ke seller, nawar-nawar secara langsung dengan tatap muka, hemat waktu, hemat tenaga, dan sebagainya. Apalagi jaman pandemi Covid-19 begini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan transaksi secara digital demi menghindari virus, pastinya belanja online jadi alternatif.

Sebenernya apa aja siy kelebihan dan kekurangan belanja online? Ini beberapa kelebihan dan kekurangan belanja online menurut aku.

-          Kelebihan :

Ø  Hemat waktu, bisa dilakuin dimana aja, kapan aja, apalagi kalo pembayarannya terhubung dengan m-banking, asal hape nyala, terhubung ke internet, check out!

Ø  Hemat tenaga, ga perlu capek-capek keluar ke pasar, ke mall, atau ke supermarket. Cukup klik, bayar, voila! Barang yang kamu mau dikirim! Bahkan kaum mager dan kaum rebahan pun bisa, gile gak tuh? Wkwkwk.

Ø  Mudah. Siapapun bisa belanja. Asal teliti dan paham dengan proses jual belinya.

Ø  Lengkap. Apapun yang kita butuhin, bahkan misal barang yang kita cari itu termasuk kategori rare sekalipun, pasti ada.

 

-          Kekurangan :

Ø  Menjebak. Ini yang sering dialami sama orang-orang yang baru belajar belanja online. Kecuali kalo belanja online nya di luar aplikasi market place mungkin lebih sederhana.

Ø  Kita mesti ukur sendiri atau paham dengan ukuran kita, terutama kalo belanjanya baju atau sepatu. Biar engga salah ukuran, pastiin kita tau betul berapa lebar dada/panjang badan, atau panjang kaki kita.

Ø  Proses retur agak sulit, terutama kalo lewat market place. Biasanya hanya terjadi saat ada ketidaksesuaian barang, itupun proses retur harus dengan perjanjian antara buyer dan seller sebelum melakukan pembayaran.

Ø  Banyak banget yang belum paham sama COD. Padahal ini sebenernya salah satu fitur layanan yang sangat membantu para buyer daripada capek-capek ke ATM kalo ngga terhubung ke internet atau ngga punya akun m-banking, bisa bayar di tempat saat barang diterima lewat kurir, tapi karena masih banyak yang taunya COD itu berarti kurirnya yang juga jualan barangnya jadi misal ada ngga cocoknya, kurirnya yang dimaki-maki, bahkan parahnya juga sampe digebukin. Huhuhu.

Nah, lanjut ke topik semula. Gimana ceritanya mamaku kena tipu seller online? Jadi.., sebagaimana orang-orang seumuran aku, aku ini termasuk cukup lihai untuk urusan belanja online, jarang gitu kena apes. Yaa paling barangnya jelek aja ngga sesuai sama ekspektasiku, tapi itupun karena aku tipikal orang yang ‘asal murah, butuh, bisa dipake’, bukan orang yang ‘asal awet, mahal dikit gapapa’, jadi kadang yaa gitu apesnya aku kena barang yang ‘kurang layak’ dipake. Sedangkan mamaku, tipikal shopper yang gampang banget tergiur iklan, harga murah, barang ‘keliatannya bagus’, meskipun embel-embelnya agak ngga masuk akal siy, tapi kalo penasaran, sikaaaattt!

Sampe akhirnya, mama nemu sebuah akun di inst*gram. Iklannya pun ciamik, sangat click bait, bikin orang penasaran. Akhirnya cek-cek akunnya. Semua barang yang doi jual harganya seragam, caption nya pun juga. Singkat cerita, deal-deal an lah akhirnya mama sama sellernya via Whatsapp. Beberapa lembar baju tidur atau piyama premium dijual dengan harga sangat miring, 7 pcs cuma 400rb an include ongkir, manteb banget ga tuh? Akhirnya mama deal beli, dan suruh aku transfer ke rekening bank B**N sejumlah tsb. Already see something strange? Wait, nanti kita bahas.

Sehari, dua hari, tiga hari, sampe seminggu, barang yang dijanjikan doi kirim, ngga sampe-sampe. Akhirnya, inisiatif mama minta nomor resinya, dijawab nanti, nanti, nanti. Mungkin gerah dikejar-kejar pertanyaan soal nomor resi, nomor Whatsapp mamaku diblok. Yup, anda tidak salah baca manteman, di blokir. Gelagat makin ga beres, di DM lah ke ig nya. Last but not least, diblokir juga. Astagaaaa xD

Akhirnya aku coba untuk DM pake akun q, nanyain pertanggung jawaban dia sebagai seller, no respond but blocked. Astagaaa sudah gemes pengen berkata kasar aja ini mulut. Beneran deh. Akhirnya, dari situ aku belajar sesuatu. Ada beberapa ciri online shop yang ‘suka’ nipu. Apa aja cirinya?

-          Kalo diperhatiin, dia belum punya akun di market place (Lazada, Shopee, dll) meskipun akun ig nya punya cukup banyak followers (ribuan). Padahal lumrahnya, untuk memudahkan buyer memilih metode pembayaran, biasanya seller dengan ribuan followers punya akun di market place. Ini buat meyakinkan buyer juga, kalo mereka emang trusted. Kenapa? Karena setiap transaksi pembelian mereka bisa diawasi, sudah dikemaskah, sudah dikirimkah. Resi juga update di situ, jadi kenapa mereka ngga buka akun di market place?

-          Harga yang mereka tawarin seragam, alias sama semua. Bahkan captionnya pun sama, sekalipun modelnya beda-beda.




-          Harganya murah ngga wajar, meskipun barang yang mereka tawarin nampak sangat ‘premium’. Ngiler ngga?


 -         
Kolom komentar dibatasi padahal belum ada yang komen.  Ini mereka lakuin supaya ngga ada visitor profil mereka yang ngebaca komenan dari orang yang pernah jadi korban. Biasanya orang yang pernah jadi korban bakalan marah-marah di DM atau langsung di kolom komentar kalo DM mereka ngga dibalas. Nah menghindari mereka ‘ketauan’ sm ‘calon korban’ jadi mereka tutup semua kolom komentarnya.  Padahal dari situ aja kita bisa tau gimana reputasi si olshop ini. Mending klo ada orang komentar meskipun engga dibalas, at least orang bisa komentar.

-          Terakhir, dari informasi akunnya. Kalo akun baru, ngga mungkin mereka dapet followers sampe belasan ribu, kecuali artis, atau olshop yang emang sejak offline nya sudah besar dan terkenal, itu aja kadang ngga secepat itu pertumbuhan followersnya. Dan sebetulnya, dari info akun ini, kita bisa tau, berapa kali si owner ganti usernamenya, apa username lawasnya dan kapan bergabung. But sepertinya bagian ini masih bisa diutak-atik yang entahlah gimana caranya. Kalo username bisa dihapus dan diganti, tapi tangal gabung ngga akan bisa diubah. Jadi tinggal bandingkan aja.

 

-      Tambahan, ada juga ciri lainnya yaitu mereka pake rekening dari Bank B**N, udah 2 kali aku dapet cerita soal penipuan semacem ini, dan dari dua cerita itu mereka pake rekening bank B**N. Entah kenapa. Bukan soal bank apa yang mereka pake rekeningnya, tapi lebih ke tidak-umum nya rekening yang dipakai untuk jualan online. Biasanya siy olshop pake rekening bank yang umum dipake orang, ngga perlu aku sebutinlah yaa.

Well, sebenernya ini ngga mutlak ciri-ciri akun yang menipu, but rata-rata akun yang nipu emang seperti ini ciri-cirinya. Mungkin ada beberapa ‘gaya’ lain yang para penipu pake di luar sana, jadi dalam berbelanja online, kita WAJIB berhati-hati. Baik yang lewat market place ataupun yang langsung kontak ke sellernya. Tapi, lebih aman lagi siy kalo sekalian aja lewat market place. At least, mereka bisa bantu kita nampung keluhan, mantau transaksi dan bagi-bagi voucher promo. Ehhe. Kalo ada ciri-ciri tambahan yang aku belum sebutin, silakan tambahin yaa guys!

Sekian dulu dari aku sore ini, mesti siap-siap pulang karena uda masuk jam 5 sore. Akhir kata, ciao bella! Eh, babay maksudnya. ^^//

Selasa, 24 Agustus 2021

Cerita Pengalaman Hororku (bukan untuk NCT's Horror Nights)

 Haii, para pembaca. Aku kembali dengan cerita horror..! Kali ini jadi kepengen cerita horror karena kebawa suasana NCT’s Horror Night, meskipun aku ikutan kirim tapi aku kurang beruntung, ceritaku ngga kebaca huweee. Tapi gapapa, namanya banyak orang yang kirim ga mungkin kan semua cerita bakalan di notis dan dibacain? Yang ini beneran cerita dari pengalaman pribadiku. Yuk ikutan simak!

--

Gambar hanya ilustrasi, Source Pinterest.com

Hari itu, adalah hari Jumat, hari di mana semua orang terutama pekerja seperti aku sangat bersemangat karena itu adalah hari terakhir kerja dalam seminggu, Sabtu dan Minggu sudah terlihat di depan mata. Saat sedang istirahat makan siang, aku membuka sebuah artikel di internet yang menuliskan tentang sebuah aplikasi bernama Randonautica. Yaitu aplikasi yang mengajak penggunanya untuk bertualang di daerah sekitar dengan mengirimkan titik koordinat secara acak dan penggunanya diarahkan menuju ke titik tersebut dengan menggunakan peta (di handphone, tentunya). Aku pikir sepertinya akan seru untuk mencobanya. Dan akhirnya, aku mendownloadnya.

Sorenya, sekitar pukul lima sore, sambil berkendara pulang ke rumah, aku pikir untuk menggunakan aplikasi Randonautica itu untuk berseru-seruan sebentar. Jadi, aku membuka aplikasi itu dan memilih menu Power yang seharga 20 token (konon katanya, semakin besar token yang dibutuhkan, semakin besar kemungkinan kita menemukan sesuatu yang ‘seru’ atau ‘asing’, dan menu Power adalah satu-satunya yang membutuhkan token paling banyak). Saat aku meng-klik menu Power, kemudian peta mengarahkan aku ke sebuah lokasi yang dipilihkan secara acak. Saat itu, lokasi yang harus aku tuju berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kantor ku. Karena kantor ku berada di tengah kota, dan selalu banyak orang, aku tidak pernah berpikiran akan menemukan sebuah tempat yang horror atau menyeramkan. Jadi aku merasa baik-baik saja, dan aku mulai perjalanan dengan sepeda motorku mengikuti peta. Handphone ku kuletakkan di dalam tas, sedangkan aku mengikuti arahan suara melalui earphone wireless.

Peta mengarahkan aku memasuki sebuah komplek perumahan yang sepertinya adalah komplek perumahan elit, yang didominasi dengan rumah-rumah mewah dan besar. Meskipun berada di tengah kota, tapi suasananya sepi. Tidak banyak orang yang berada di luar rumah. Aku masuk saja ke dalam komplek itu tanpa hambatan meskipun ada beberapa orang penjaga di dalam pos pintu masuknya. Aku masih mengikuti arahan peta, hingga aku tiba di sebuah gang yang cukup sepi dan hening. Gang itu tidak berada di antara rumah dan rumah, melainkan rumah-rumah yang berseberangan dengan sungai yang cukup besar dan arusnya cukup deras meskipun saat itu adalah musim kemarau. Di ujung gang itu, ada sebuah rumah yang berukuran cukup besar, namun tampaknya rumah itu belum selesai dibangun. Bangunannya belum di cat, belum dipasangi daun pintu dan tidak ada pagar. Di sebelah rumah itu, ada sekumpulan pohon bambu (orang Jawa biasa menyebutnya ‘barongan’), dan di belakangnya ada sawah milik orang lain. Jadi rumah itu bisa dibilang tidak memiliki halaman belakang.

Saat itu peta selesai mengarahkan aku. Aku hanya menolah ke kanan dan ke kiri, melihat sekitar apa ada orang di sana. Tapi, tidak ada siapapun. Rumah-rumah mewah yang ada di sana pun tampak tenang, tak tampak siapapun keluar rumah. Angin berembus lebih kencang dari sebelumnya, seolah menandakan ada sesuatu dalam bangunan itu. Aku bukan merasa takut, hanya tidak yakin apa aku harus masuk ke dalam rumah itu atau tidak, karena jika aku masuk, aku takut melanggar property pribadi milik orang lain.

Sesaat aku berpikir untuk pergi saja dari sana, hingga saat aku mulai menyalakan kembali motorku, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita sedang tertawa terbahak-bahak. Aku mencari-cari di mana sumber suara itu berasal, dan tidak menemukan siapapun. Aku berusaha untuk meyakinkan diriku, itu mungkin berasal dari salah satu rumah mewah yang ada di sana. Saat aku akan menyalakan kembali motor ku, suasana kembali hening. Hanya suara motorku yang terdengar. Lalu, saat aku membenarkan letak kaca spionku, tiba-tiba aku melihat di kejauhan seperti ada seorang perempuan sedang berdiri sambil memperhatikan aku. Saat aku menoleh, aku tidak melihat siapapun. Aku kembali melihat di spion, wanita itu nampak berjalan ke arahku, lagi, saat kutoleh tidak ada siapapun. Merasa ada yang aneh, aku memutar sepeda motorku dan memperhatikan ke arah dimana aku melihat wanita itu, tapi lagi, kosong. Tidak ada siapapun.

Terakhir, aku memutuskan untuk melihat kembali kaca spionku, tapi sebelum aku melihat spionku, aku merasa suasananya berubah menjadi aneh. Angin sepertinya hanya menggoyangkan pohon-pohon bambu di sebelah rumah kosong itu, tapi aku tidak merasakan anginnya. Lalu, saat aku akhirnya melihat spionku, tampak wanita itu sudah tepat berada di belakang motorku. Wajahnya pucat, pipinya sangat tirus dan cekung, kulitnya berkerut-kerut, rambutnya panjang dan kusut. Saat aku melihatnya, dia hanya tersenyum. Senyumnya tampak sangat mengerikan karena gigi-giginya yang terlihat runcing. Sambil tersenyum, wanita itu mengatakan sesuatu sambil setengah berbisik, “ayo mampir! Ada sesuatu yang harus kamu lihat, nak!”

Aku mulai merasa takut. Tapi anehnya aku seperti tidak bisa teriak. Aku hanya terkesiap, seperti terbangun dari mimpi. Angin tiba-tiba menghilang. Suasana kembali hening. Karena merasa tidak nyaman, aku akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana.

Dari tempat itu menuju rumahku, jaraknya sekitar satu jam perjalanan. Dan selama satu jam, aku tidak bisa menahan diri, aku merasa seperti sangat mengantuk. Hingga aku menyetir dalam keadaan setengah tidur, dan beberapa kali hampir menabrak kendaraan orang lain. Karena tidak bisa menahan kantuk, aku mampir ke sebuah swalayan di tepi jalan raya utama untuk membeli sebotol minuman kopi dan sosis sebelum melanjutkan perjalanan pulangku. Saat sedang meminum minumanku, tiba-tiba wanita yang tadi muncul di depan rumah kosong itu berada di atas motorku. Dia sedang memandangiku dengan tatapannya yang sangat mengerikan. Aku mencari siapapun yang bisa kuajak bicara hanya untuk menanyakan apakah benar di atas motorku ada seorang wanita, dan dari beberapa orang yang aku temui mereka tidak melihat siapapun. Tapi, seorang anak kecil yang di bawa oleh pengunjung swalayan itu mengatakan padaku, “ibunya serem, takut…”

Seketika, semua orang yang ada di sana mulai memperhatikan ke arah sepeda motorku, beberapa di antara mereka bergumam, “ah tidak ada siapa-siapa..” atau juga “anak kecil biasa… suka bayangin yang aneh-aneh” dan gumaman lain. Anak itu tetap menatapku. aku hanya membalasnya dengan senyuman, karena hanya dia yang mengerti apa yang aku lihat. Akhirnya aku putuskan untuk keluar dari swalayan itu, dan anehnya wanita itu menghilang. Dan setelah rasa kantukku hilang aku mulai melanjutkan perjalanan pulangku. Untungnya, setelah itu, wanita itu tidak muncul lagi, dan rasa kantukku hilang dan aku pulang dengan selamat.

Tapi, saat tengah malamnya, saat sedang tertidur, aku mendengar suara ketukan di jendela kamarku beberapa kali. Aku menyibakkan tiraiku dan sangat kaget saat aku melihat wanita itu berada di depan rumahku tengah melambaikan tangannya sambil menyeringai. Aku yang terperanjat langsung menutup mulutku erat-erat karena Khawatir jika  teriakanku akan membangunkan semua orang dan secara reflex menutup kembali tiraiku, saat aku hendak membuka tirai lagi untuk memastikan apakah wanita itu masih berada di depan rumahku, betapa terkejutnya aku ketika wajah wanita itu dengan jelas sudah berada tepat di depan jendela kamarku. Karena terlalu kaget, aku akhirnya teriak dan keluar dari kamarku. Anehnya, tidak ada satu pun orang yang bangun. Padahal aku yakin sekali, aku berteriak dengan sangat kencang. Akhirnya, aku berdoa sambil aku menutup wajahku. Lalu tanpa kusadari aku tertidur di kursi ruang tengah. 

Paginya, ibuku yang baru saja bangun tidur, melihatku tertidur di kursi seraya membangunkanku dan bertanya kenapa aku tidur di kursi sofa. Aku mengatakan padanya kalau aku melihat sesuatu seperti hantu dan berteriak keras semalam, tapi ibuku bilang tidak mendengar apa-apa. Ibu akhirnya menyuruhku beristirahat di kamar karena aku nampak pucat dan ternyata suhu tubuhku tinggi. 

Sembari aku merebahkan tubuhku di atas kasur, aku coba untuk berdoa. Aku berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa yang terjadi padaku semalam mungkin hanya halusinasiku. Untunglah, sejak saat itu, wanita itu tidak muncul lagi.

--

Ngga serem yaa? Aku ngerasa endingnya kayak ‘hah udah gitu aja?’ karena uda buntu giman olah kalimatnya huweeee, tapi intinya gitulah. Semoga jadi pelajaran, kalo ke tempat asing, sebaiknya jangan sendirian wkwkwkwk, entar ada apa-apanya ngga ada yang jadi saksi atau yang paling engga nolongin lah. Jangan asal terobos wilayah property pribadi orang meskipun yaaa aku juga ngga masuk sembarangan siy, tapi tetep aja…

Oke deh, akhirnya segini aja dulu, sampai jumpa di postingan lainnya. Bye~!

Selasa, 20 Juli 2021

Review Anime Series Netflix 'Resident Evil : Infinite Darkness'

Haiiii….. ketemu lagi dengan aku yang super random, ga jelas ini. Apa kabar semuanya? Selamat Idul Adha yaa gais, jaga kesehatan terutama dari Covid-19 yang ga tau sampe kapan dan juga kolesterol karena abis makan daging, awokwokwokwok.

Today, aku mau kasih sedikit review untuk film (atau serial?) yang emang sudah lamaaa banget aku tungguin, dari franchise video game favorit aku, Resident Evil. Yaa meskipun aku bukan video game player ya, otakku ngga nutut untuk mikir strategi dan nge-sinkronin jari sama movement karakternya, jadi aku hanya menikmati alur ceritanya sambil ngeliatin orang lain mainin gamenya. Aneh bet, wkwkwkkwk.

sc. Pinterest (aiih ganteng banget ><)

Jadi, aku tuh dah nungguin Resident Evil : Infinite Darkness ini dari akhir tahun lalu, 2020. Sempet lamaaaa banget ngga ada kabar tanggal tayangnya. Terus beberapa bulan lalu, di Twitternya Resident Evil resmi diumumkan tayang di Netflix dengan tanggal ‘coming soon’, mendekati akhir Juni baru dikasih tau dongggg tayang 8 Juli 2021. Atau aku yang telat infonya ya? Duh, happy banget!

Jadilah, aku eksekusi baruuuu aja tanggal 18 Juli 2021 kemarin. Awalnya, agak aneh pas liat ratingnya di IMDB cuma 5.9/10. Like, what? Really? Resident Evil loh ini. Dan aku coba cek di Netflixnya, siy ga dicantumkan ratenya, cuma tertulisnya 18+ untuk adegan perkelahian intens yang berdarah-darah, dan sebagainya. Jadi gimana ceritanya?

Well, secara garis besar, di REID (aku singkat aja yaa), ceritanya berpusat di Leon S. Kennedy (Leon sentris, istilahnya. Karakter jagoan aku, si jamet ganteng, anti kalah, anti lemah, pokoknya Leon is the best-lah). Dan, tokoh protagonis lainnya diperankan sama Claire Redfield (adeknya abang Chris Redfield yang super duper macho, ganteng, baik, dan merupakan leader yang sangat baik di kesatuannya, sayangnya dia ngga ambil part di film ini, huhuhu). Karakter lainnya ada Jason (pahlawan Penamstan, anggota tim Mad Dogs yang survive di tahun 2000), Shen May (rekan Jason di kesatuannya), dan masih ada lagi. Wkwkwkwkwk.

Nah, Leon mendapat panggilan dari Gedung Putih, dari presiden AS, untuk bergabung dengan Jason dan Shen May (sama satu lagi lupa namanya) menyelidiki kasus peretasan dokumen rahasia yang berkaitan dengan laboratorium biologi di Shanghai. Namun, ketegangan mulai terjadi di sini ketika listrik di Gedung Putih padam, dan Leon dkk harus menghadapi serangan zombie misterius.

Ketegangan berikutnya, saat Leon dan tim sedang dalam perjalanan menuju Shanghai dengan kapal selam canggih, tiba-tiba mereka harus berhadapan juga dengan segerombolan Bio Organic Weapons (B.O.W.) menyerang secara tak terduga, mendorong mereka ke dalam situasi hidup atau mati. Sampe di sini? Tentu engga dong! Mereka bertiga akhirnya berhasil selamat, dan mereka tiba di semacem kosan(?) tempatnya Shen May. Selagi mereka lagi persiapkan senjatanya, Leon dan Jason sempat ngobrol, dan Jason menjelaskan situasi dan rencana mereka sebenarnya. Namun, situasi semakin tak terkendali di antara keduanya, sehingga memaksa Leon untuk menembak Jason di tempat, Shen May kabur, dan Leon harus mengejarnya. Sampe di sini? Engga, elah… wkwkwkwk. Tapi kelanjutannya silakan kalian tonton sendiri yaa.

Nah gimana menurut aku? Banyak banget alur yang bolong, mungkin karena dibuat series itu kali yaa, jadi ceritanya kayak ‘diperlebar’ gitu. Agak memaksakan, karena harusnya cukup siy dibuat dalam 1 kali tayang aja, ini terkesan bertele-tele gitu. Banyak hal yang ngga terekspos dengan baik. Misalnya, sejarahnya Jun See si adeknya Shen May, kakeknya Shen May juga, mereka cuma nongol di scene yang yaaaa gitu doang. Hikss. Terus tujuan Claire untuk menyelidiki soal senjata biologis si Wilson itu juga kayak ngga ada hubungannya sama Leon, tapi ada, tapi engga ada, tapi yaudalah, capek. Adegan si protagonis Jason ketika berubah jadi moster juga ngga banyak. Sejarahnya dia bisa jadi monster juga ngga jelas. Terus orang yang ditemukan Jason dan Claire uda jadi mayat di sebuah rumah itu juga ga jelas siapa dan kenapa bisa dibunuh dan siapa yang bunuhnya juga. Yang paling penting niy, adegan fight antara Leon dan monsternya sumpah nanggung banget! Kayak, heh udahan? Gini doang? Astaga! Capek-capek aku belain maraton, jadi cuma gini doang? *emot mata bibir mata*. Banyak banget pokoknya yang missed.


sc. IMDB

Kalo, aku compare sama Vendetta, Damnation, dan Degeneration siy, yang kali ini sorry to say, jauh. Aku nunggunya uda excited, tapi pas nontonnya hilang excitement-nya. Sorry. Jadi sekarang aku paham, kenapa ratingnya rendah kayak gitu. Agak mengecewakan.

Tinggal aku mau tamatin gameplaynya RE 8, Resident Evil : Village. Sejauh ini aku liatnya masih cukup excited. Meskipun yang main adalah tokoh baru yang aku ngga tau apa hubungannya sama Umbrella corp, si Ethan Winters. Tapi yang membuat aku lebih excited untuk lanjutin nontonnya adalah, karena aku masih penasaran sama Chris! Aduh pujaan aku. Karakter dia di trailernya siy dimunculkan sebagai antagonist (huwaaaa ga bisa bayangin ToT) tapi ada cerita apa dibaliknya masih belum muncul di part yang aku tonton (masih part 12 di gameplaynya TheRadBrad youtube.com). Aku akan coba telatenin liatnya deh.

Akhirnya, aku bisa simpulkan, dari aku pribadi rating imdb segitu untuk REID cukup beralasan, meskipun agak ga rela, tapi yaaa emang gitu siy. Aku harap masih ada kelanjutannya, karena di ending scene, si Wilson kena gigit Jason dan harusnya juga jadi zombie, tapi dia bertahan berkat inhibitor buatan Tricell (nah loh, siapa lagi itu?). Dan berharap Capcom mau memperbaiki story line nya ID di RE seri berikutnya. Kalian coba deh nonton dan nilai sendiri gimana.  

Kamis, 14 Januari 2021

#prayforSJ182




Hey hooooo, i'm back again guys....

Hari ini aku cuma mau sedikit berbagi rasa belasungkawa atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak tanggal 09 Januari 2021 kemarin. (Al-fatihah…)

Sedih yaaa. Ndak terbayangkan semisal ada keluargaku yang di dalam pesawat itu. Sejujurnya, aku benar-benar nangis waktu kabar itu tersiar. Ikut merasa kacau balau. Ikut sedih. Ikut kehilangan. Aku harap, keluarga korban bisa mendapatkan penghiburan, bantuan untuk menguatkan mental dan finansial. Semoga para korban bisa segera ditemukan.

Ngomong-ngomong soal dunia aviasi, aku nggak banyak komentar karena aku adalah orang yang sangat awam guys. Aku cuma mau sedikit ngomentarin video-video yang seliweran di internet soal insiden ini. Terutama hal-hal yang buat aku agak risih. Apa aja siy? Kenapa siy Mar kamu kok risihan jadi orang? (iya iya maap aku risihan jadi orang, padahal aku sendiri sering bikin orang lain risih sama aku, maap yaaaa ToT)

1. Banyak yang tiba-tiba jadi ‘pengamat penerbangan’

Tau ngga siy guys, untuk menguak penyebab terjadinya kecelakaan ini ada banyak sekali proses panjang dan ribet yang dilakukan oleh otoritas maskapai, pemerintah dan lembaga lain yang terkait. Misalnya, proses evakuasi, deteksi posisi black box, kalo black box sudah ditemukan, mereka melakukan pembacaan data, dan lain sebagainya. Ada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), ada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Angkasa Pura, dan maskapai itu sendiri. Belum lagi lembaga lain yang belum aku sebutkan. Dan mereka semua adalah orang-orang yang berkompeten untuk melakukan investigasi. Belum juga hasil investigasi keluar, tiba-tiba banyak netizen bermunculan yang komentar ini itu, sibuk mengidentifikasi dengan paham cocokloginya. Sedih banget lo guys. 

  • ‘pesawat tua dipake, yang bener aja’

Pesawat dikatakan ‘tua’ kalo sudah berusia 35 tahun guys. Mau usianya 20 tahun, 30 tahun, ngga jadi masalah selama perbaikan, pemeliharan, pengecekan setiap parts mulai dari yang terkecil sampe yang besar dilakukan secara rutin. Banyak sekali prosedur pengecekannya. Bahkan mur baut yang dipake pun ada hitungan usianya, berdasarkan jam pula. Jam ya guys, bukan tahunan. Dan selama semua rangkaian perawatan dan pemeliharaannya dilakukan sesuai prosedur, pasti ngga jadi masalah. Ketika pesawat sudah mau dipake, aku yakin, pihak maskapai juga sudah menginspeksi dan kemudian batu merilis pesawat tersebut untuk dipakai. Jadi, usia pesawat itu seharusnya bukan masalah.

JT 610 punya Lion Air dulu juga kondisinya baru lo guys, jadi jangan melulu berpatokan pada usia pesawat ya.

  •  'cuaca buruk itu mah’

Weather forecast pasti sudah dibicarain dari awal. Di titik mana aja ada bagian cuaca buruk, di ketinggian berapa aman untuk lewat di titik itu, dan lainnya, itu juga pasti clear disampein ke pilotnya. Itu juga ngga asal tiba-tiba pilotnya langsung tancep gas pokoknya berangkat sesuai jadwal gitu. Lah dikira angkot kali yaaa :’D

 

  • ‘pasti ada yang mainan hape itu…’

Jangan buruk sangka dulu guys. Para cabin crew juga pasti tanggep kok kalo ada yang nyalain handphone. Pasti juga ditegur sama penumpang lain. Emang siy meskipun pada nyatanya, pasti ada beberapa diantara kita yang mau fotoin awan-awan dari langit, pemandangan sekeren itu kapan lagi, ya kan. Tapi aku ngga tahu kenapa tiap naik pesawat parno kalo mau nyalain handphone, sekalipun dalam mode pesawat, aku prefer matiin total handphone aku daripada aku nyalain, karena takut membahayakan orang-orang yang ada di dalam pesawat.

Well guys, you better keep your own opinion and thoughts, although you probably can be right, but It’s not the time for you to judge. Diem dulu guys. Biarkan mereka yang berwenang bekerja. Ketika hasil finalnya sudah keluar, kita juga bakalan tau kok. Jangan sampe niat kita beropini malah menyakiti orang-orang yang bekerja dalam bidang itu dengan ke-sotoy-an kita.

Semalam, aku ngeliat videonya capt Edward Limbong, dan mostly aku setuju sama beliau. Banyak yang tiba-tiba naik panggung memberikan ‘analisa’ kenapa SJ182 bisa menukik tajam dan jatuh di laut Kepulauan Seribu. Biarkan aja dulu yang berwenang bekerja, kita ngga usa ikut memberikan komentar. Karena, orang yang kerja jadi pilot itu banyak. Yang terpukul karena insiden ini bukan cuma keluarga korban, tapi mereka yang jadi pilot, awak kabin, teknisi, ground staff, semuanya. Semuanya merasakan stress yang sama, percaya deh. Jangan nambah keruh suasana yaa guys. Mari hindari berspekulasi yang tidak-tidak, sampai KNKT merilis hasil investigasinya. Dan mari berdoa agar keluarga yang mendapat musibah diberikan kekuatan dan ketabahan.

2. Banyak yang share ‘moment terakhir’ si korban

Ini nih, seketika banyak orang yang share ‘moment terakhir’ si korban insiden pesawat SJ182. Itu ngga perlu guys. Pikirin perasaan keluarga korban yang makin sedih kalo pada share begituan. Ini bukan moment yang tepat untuk mendapatkan simpati. Bukan seperti itu guys. Jaga privacy keluarga korban. Jangan asal share. Takutnya ada salah share nanti malah berabe. Mana sekarang ada UU ITE. Jadi jika mau bersimpati, cukup dengan post pita hitamkah, atau dengan mengikuti terus berita dan perkembangan insiden ini. Kita kawal sama-sama, sampai hasil akhirnya keluar.

 

3. Banyak yang tiba-tiba parno naik pesawat terutama maskapai yang bersangkutan

Wah kalo ini mah, sudah pasti bakalan terjadi. Apalagi kalo secara personal sudah ada sentimen dan preferensi dengan maskapai tertentu wkwkwkwk. Ibaratnya, seperti langsung men-generalisir alias menyamaratakan kalo maskapai ini pesawatnya jatuh satu, pasti klo naik yg lain bakalan jatuh juga. NO! Ngga gitu yaa guys pemikirannya. Ini tuh musibah. Mau kamu naik jet pribadi kek, maskapai terbaik kek, kalo memang Tuhan sudah takdirkan pesawat itu jatuh, yaa jatuhlah.

Masing-masing pesawat pasti punya semacam histori sendiri. Tapi intinya satu, ketika akan digunakan untuk terbang baik mengangkut barang ataupun penumpang, pesawat pasti sudah dinyatakan laik terbang. Itu sudah mutlak yaa guys. Mau pesawat   kecil perintis kek, pesawat besar komersil kek, jet pribadi kek, semua. Tanpa kecuali. Masing-masing maskapai sudah melakukan perawatan secara rutin sesuai peraturan baik nasional maupun internasional dan melakukan yang terbaik bagi setiap armadanya. Semua ada standarnya, ada SOP-nya. Bukan asal mau ada yang pake, baru dibersihin, terus dipake. Engga gituuuuu (tulung T^T). Kayak mobil rental aja kalo gitu mah.

Satu lagi, ngga ada pilot, awak kabin, maskapai, apalagi penumpang yang pengen jatuh kayak gitu. Nggak ada. Kalo disuruh milih, mereka pasti pengennya selamat sampai di tujuan guys. Sampe balik ke rumah, ketemu sama keluarga dan kumpul lagi sama-sama. Bayangkan jadi mereka yang kerja di ‘atas awan’, jauh dari keluarga selama berhari-hari, resiko kematian yang cukup tinggi, mana sekarang lagi pandemi, dikit-dikit harus Swab test atau rapid test, belum lagi kalo menghadapi penumpang resek mereka harus sabar. Kalo flightnya pagi, mereka harus ready ber jam-jam sebelumnya untuk briefing dan nyiapin semua yang nantinya dibutuhkan di pesawat. Semua punya tingkat stressnya masing-masing guys. Jadi buat kita yang kerja di kota, yg cuma sesekali bepergian naik pesawatnya, yakinlah, positive thinking, berdoa banyak-banyak agar semuanya lancar, sehat walafiat, selamat sentosa sampai di tujuan dan sampai nanti kembali ke rumah.

 

Akhir kata, itu aja guys yang lagi pengen banget aku share ke semuanya. Semoga masalah ini segera menemukan titik terang yaaa. Bye~~~


Rabu, 30 September 2020


cr. Pinterest

Hai gais, selamat siang di hari yang the hot is not public alias panasnya ngga umum ini. Lagi apa kalian? Lagi baca tulisan aku? Awwwww /.\ jadi geer aku wkwkwkwk (apasih)

Kali ini aku mau share random thoughts aku, sedikit tapi banyak (eh gimana gimana?) Apa aja itu?

Imma talk about life now. Ready? Let’s Go!!!

Dunia ini semakin hari semakin penuh sesak dengan populasi manusia. Semakin canggih, semakin maju, semakin modern, semakin complicated pula permasalahannya. Pemanasan global, penumpukan sampah, pencemaran lingkungan, sampai masalah sosial. Hidup semakin canggih, apa-apa semakin mudah, tapi kenapa masalah menjadi semakin banyak? Apa yang salah?

Ngga ada yang benar (mestinya aku bilang ngga ada yang salah yak, lol xD). Semua manusia, every single person, punya andil sekecil apapun dalam permasalahan sosial, baik itu yang impact nya besar, maupun kecil. Ngga bisa juga men-judge pasti salah, karena ngga ada manusia yang sempurna. Kalo kata nenek moyang, manusia itu tempat salah dan khilaf. Tinggal gimana kita mau berubah menjadi lebih baik aja.

Nah berikut ini adalah beberapa aturan dasar dalam hidup, kalau mau hidup menjadi sedikit lebih damai. Tapi, ini versi aku ya. Kalo kalian punya aturan dasar versi kalian, silakan share ^^

  1. Setiap detik dalam hidup kita adalah permainan, jika ingin menang kita harus berhati-hati.
  2. Setiap langkah kita adalah pilihan, setiap pilihan kita ada resikonya, pilihlah dengan bijak.
  3. Indahnya jika seimbang, antara hablumminallah dan hablumminannaas. (bagi yang muslim pasti ngerti. Yang bukan muslim artinya ‘hubungan dengan tuhan’ dan ‘hubungan dengan sesama manusia’)
  4. Hiduplah seperti cermin. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
  5. Jika ingin mulai memperbaiki kerusakan lingkungan, mulailah dari hal kecil. Tidak membuang sampah sembarangan, sekecil apapun itu. Tidak merokok, tidak meludah, tidak nge-vape sembarangan.
  6. Tidak overthinking.
  7. Tidak over confident.
  8. Menjunjung tinggi toleransi. Tidak menyinggung apa agama, ras seseorang, biarkan itu menjadi urusan pribadi masing-masing orang.
  9. Tidak terlalu ikut campur urusan pribadi seseorang. Sekalipun dekat dengan seseorang, biarkan mereka mempunyai privasinya sendiri. Belajarlah cuek.
  10. Selalu perhatikan 3 etika dasar, yaitu membiasakan diri untuk mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih.
  11. Jangan selalu membalas keburukan dengan keburukan. Masalah akan semakin runyam. Jika perbuatan kita tidak kunjung dibalas dengan kebaikan, biar Tuhan yang melakukan pembalasan.
  12. Selalu berusaha husnudzon (berpikiran baik). Jika ternyata kenyataan tak seperti apa yang kita bayangkan atau harapkan, setidaknya kita terhindar dari dosa.
  13. Posisikan kita sebagai orang lain ketika sedang mendengarkan cerita seseorang. Agar kita berempati.
  14. Kuatkan prinsip “anda sopan, saya segan.” Karena menjadi sopan, santun, dan lembut itu bukan berarti kita orang yang lemah.
  15. Jujur, dimanapun kita berada, dengan siapapun kita berhadapan. Tapi tak lantas menjadikan kita bisa membenarkan blak-blakan.
  16. Selalu berdoa, setiap kali akan memulai sesuatu.
  17. Tidak merendah untuk meroket (bahasa kekinian untuk menggambarkan merendah untuk nampak tinggi).
  18. Tidak terbang tinggi dengan menjatuhkan orang lain.
  19. Aturan ada untuk menjaga kita agar tetap menjadi baik. Slogan “aturan ada untuk dilanggar” tidak akan membuat kita keren. Jika kita mematuhi aturan, dan berhasil melakukan sesuatu dengan baik, tidak mengambil jalan pintas, itulah keren yang sebenarnya.
  20. Jangan lupa untuk selalu berbakti dengan orang tua. Sedikit kita memberi untuk orang tua, tuhan akan mengganti dengan rezeki yang berlipat-lipat.
  21. Setiap langkah dalam hidup kita adalah pengalaman, setiap harinya kita mendapat pelajaran hidup yang berharga, jangan berhenti belajar.
  22. Jika tak mampu berkata yang baik, lebih baik diam. Karena kadang kala diam adalah emas.
  23. Jika tak mampu menjadi orang baik, setidaknya tidak menyakiti orang lain.
  24. Jika tak mampu membantu, setidaknya tidak menyusahkan orang lain.

Ini adalah beberapa pegangan hidup aku. Kadang, namanya manusia, ada aja aku khilaf dan berbuat salahnya. Setiap malam sebelum tidur, kadang suka melamun sendiri. “Hari ini banyak sekali salahku, ya Tuhan…” terus kadang juga over-thinking, melanggar prinsip sendiri wkwkwkwk. Tapi, aku selalu berusaha menyebarkan positive vibes buat orang-orang di sekitarku. Dengan ngga menampakkan kesedihan di depan mereka, ngga murung, karena kau tahu kalo kita murung itu jelek banget. Wkwkwkwk. Kenapa? Saat kita sedih, vibes atau aura wajah kita itu berubah, jadi engga banget, ewh. Bayangin aja misalnya aku yang lagi bad mood, sedih, murung. Udah aku ngga cakep, murung lagi. Alamak! (menjelek-jelekkan diri juga ngga boleh sebenernya yaa gais, gini-gini kita ciptaan Tuhan :’) syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah – d’Massiv) tuh kan, belum-belum, uda buat salah lagi aku, parah. *tepok jidat*

Karena aku juga orang yang masih belajar tentang hidup setiap detiknya, mungkin ada saran atau ada tambahan prinsip bagus dari readers sekalian, silakan tambahkan di kolom komentar juga boleh banget. 


Baiklah segitu dulu random thoughts dari aku. Semoga kita semua bisa tetap jadi orang yang baik dengan cara kita sendiri yaaa. Hwaiting!!! ^^9

Selasa, 02 Juni 2020

Persyaratan Perjalanan Udara Selama Pandemi COVID-19, Apa Aja Sih?


Hola amigos! Lama ngga nulis update, jadi kangen… (emang ada yang baca? Muahahahahaha) it’s okay lah, sekalipun ngga ada yang baca, semoga aja postingan kali ini bisa sedikit membantu buat orang-orang yang lagi cari info mengenai persyaratan perjalanan melalui udara selama masa pandemi Covid-19 begini. Apa aja itu? Check it out!

Sejak wabah Covid-19 menyebar di dunia, banyak negara (salah satunya Indonesia) yang menerapkan kebijakan membatasi akses keluar masuknya masyarakat sebagai upaya pencegahan atau pemutusan rantai penularan virus ini, salah satunya dengan menggalakkan ‘Bekerja Dari Rumah Saja’ atau sering disebut dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang membatasi akses kita untuk keluar masuk ke suatu daerah dengan tujuan memutus rantai penularan wabah Covid-19.

Tapi, sayangnya beberapa dari kita mungkin ngga selamanya bisa melakukan pekerjaan dari rumah aja. Beberapa dari kita mungkin diharuskan bepergian ke luar daerah dengan menggunakan pesawat. Contohnya rekan kerja aku yang diharuskan melakukan penerbangan dari Manado ke Makassar. Kenapa harus gitu? Kebetulan kantor tempat aku bekerja adalah salah satu perusahan distributor alat diagnostik atau alat kesehatan dan customernya sudah pasti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit baik negeri maupun swasta, Laboratorium, dan masih banyak lagi. Dan kebetulan rekan yang aku sebut barusan itu diharuskan melakukan instalasi atau pemasangan unit di daerah Makassar. Tentu ngga bisa dong dikerjakan dari rumah. Gimana bisa melakukan perjalanan ke luar daerah? Mana pake pesawat pula.

Demi memutus rantai penularan virus Covid-19 yang cukup berbahaya ini, pemerintah menetapkan beberapa peraturan salah satunya adalah PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan pemerintah terkait Covid-19 tertuang dalam peraturan berikut :
  1.  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, Tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
  2. Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SE 32 Tahun 2020, Tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara Untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
  3. Surat Edaran No 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengenai Kriteria Pembatasan perjalanan orang keluar atau masuk wilayah batas negara dan/atau batas wilayah administratif dengan kendaraan pribadi atau sarana transportasi umum (darat, kereta api, penyeberangan, laut, dan udara) di seluruh Indonesia.
  4. Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. SE 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. 

Namun kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang ditetapkan oleh pemerintah itu terdapat pengecualian. Pengecualiannya gimana? Berikut daftar orang yang diperbolehkan bepergian dengan pesawat selama pandemi Covid-19 beserta dokumen yang wajib dibawa :
sc : Sriwijayaair.co.id

Beberapa maskapai lain juga menambahkan dokumen kelengkapan yang harus dibawa selama bepergian dengan pesawat, misal Garuda Indonesia dan Citilink. Penumpang diharuskan menyerahkan dokumen berupa surat pernyataan perjalanan dalam rangka pengendalian Covid-19, berikut contoh format dari maskapai Garuda Indonesia :
Sc. garuda-indonesia.com/id

Tapi, dengan diberlakukannya pengecualian ini bukan berarti kita bisa mudik atau pulang kampung dulu yaa gais. Beda cerita. Harusnya ini aku share sebelum puasaan kemarin yaa, apa daya baru ada contoh case sekarang huhuhuuu. Intinya sebisa mungkin, hindari bepergian ke luar rumah dulu untuk sementara. Seenggaknya sampe dinyatakan aman dari wabah ini.


Tambahan juga niy gais, ada juga surat yang namanya Electronic Health Alert Card (e-HAC) atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. Form nya diterbitkan secara online, bisa kalian dapetin di Playstore (search aja e-HAC, nanti muncul) atau bisa juga kalian isi form nya saat di counter check in bandara. Kalau kalian mau isi dulu sebelum berangkat ke bandara, kalian bisa juga akses ke webnya disini. Aku belum terlalu mengoprek lebih jauh karena aku kan bukan calon penumpang, jadi mohon dimaafkan yaaa ngga bisa jelasin lebh detail soal e-HAC ini.

Jangan lupakan juga SIKM nya atau Surat Ijin Keluar Masuk bagi kalian yang mau dan dari Jakarta dan sekitarnya. Kepengurusan SIKM ini bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi web Jakevo ini. Buat kalian yang tidak berasal dan tidak akan berkunjung ke Jakarta, kalian bisa coba cek informasi ke sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di daerah kalian mengenai pembuatan SIKM ini. Perlu diperhatikan juga ya gais, tidak semua orang bisa membuat SIKM ini. SIKM ini hanya bisa dibuat oleh beberapa orang saja, yaitu antara lain : 

1. Pekerja harian/pengusaha/orang asing yang lokasi kerjanya ada di Jakarta, tetapi tinggal di luar Jabodetabek (SIKM perjalanan berulang)

2. Pekerja/pengusaha yang tinggal di luar Jabodetabek dan harus perjalanan dinas ke Jakarta (SIKM perjalanan sekali)

3. Warga dengan kebutuhan mendesak (SIKM perjalanan sekali), yakni: 
- pasien gawat darurat kesehatan 
- kondisi darurat lain: kerabat sakit keras atau meninggal.


Intinya, hindari sebisa mungkin keluar rumah apalagi ke keluar daerah, kalau ngga urgent mending #dirumahaja. Sekiranya enggak bisa #dirumahaja, dan situasi memaksa kalian untuk tetap keluar rumah, jangan lupa perlindungan diri dasar, seperti masker, hand sanitizer, sarung tangan, dll. Hindari kontak fisik dengan orang lain, hindari kerumunan, tutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jangan lupa minum vitamin, olahraga, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Dan kalau terpaksa pergi bekerja keluar daerah, jangan lupa lengkapi dokumennya ya. Supaya kita semua terlindungi.

Akhir kata, selamat bekerja teman-temanku semua. Semoga info ini bermanfaat ya. Semoga kita semua selalu sehat. Semoga juga wabah ini segera berlalu dan kita bisa hidup normal kembali seperti sebelumnya. Kangen ngemall, nonton, kongkow juga kan? Samaaaa T_T

Sc berbagai sumber




Selasa, 15 Oktober 2019

Hate comment is the real killer!

Assalammualaikum wahai akhii, wahai ukhti... Apa kabar pagi ini? Tumben dong aku mau update pagi-pagi begini, masih jam 05.37 pas tulisan ini dibuat hahahaha. Pengen sharing sedikit, menjurus ke ghibah, curhat, atau apalah itu, but underline this, aku tidak berniat menebar kebencian yaa... Ada apa sih?

Jadi kemarin, beredar kabar bahwa Sulli f(x) meninggal dunia. Polisi di Korea mengkonfirmasi kalau Sulli, alias Choi Jinri meninggal karena bunuh diri. Penyebab atau motif bunuh dirinya sih masih abu-abu. Ada yang bilang karena Sulli depresi, karena sebelumnya dia pernah punya Panic Disorder, atau gangguan panik, ditambah lagi sebelum dikabarkan meninggal, sempet dia live Instagram. Dia tanya ke netizen, kurang lebih begini, "aku bukan orang jahat, tapi kenapa kalian selalu membenci aku?" Kurang lebih demikian. Jadi gimana sih dahsyatnya komentar kebencian kepada mental seseorang?

Kalau menurut aku, cyber bullying, atau bahasa indonesianya itu 'perundungan', itu sama dahsyatnya sama bullying secara fisik. Sama brotha, sista. Korban bisa jadi terserang secara mental karena terlalu kepikiran dan khawatir sama semua komentar jahat yang dia dapat. Insecure. Akhirnya, dia nggak bisa tenang dalam semua kegiatannya. Kenapa bukan para koruptor atau politisi bermasalah yang kayaka begini yaa? *Abaikan karena mulai oot, wkwkekek*

Nah, sedangkan kemarin itu, ada sebuah postingan di Instagram isinya soal kematiannya Sulli, dan banyak komentar nyinyir yang cukup pedas ya, karena bukan para Kpopers yang komen. Miris banget, orangnya uda nggak ada masih ada dihujat, padahal mereka juga ngga ngerti Sulli itu siapa, orangnya gimana. Gini nih kalo kebiasaan liat orang cuma dari bungkusnya aja. Bawa-bawa agama, sampe bahkan mereka membandingkan berita Sulli sama pecahnya perang Palestina - Israel. Orang waras pasti ngerti, ini bukan apple to apple comparison, jelas. Akhirnya karena bawa topik sensitif begini, terjadilah debat kusir antara pendosa yang pasti masuk neraka, dengan pemilik kapling di surga. Sebut aja aku pendosanya, dan orang tersebut pemilik kapling surganya, hahahaha. Sebenernya, aku ngga mendebat dia sih, aku cuma balas komentar sabda sucinya dia, karena aku penasaran, kenapa sih sama hidupnya nih orang? Ada masalah apa sampe segitunya benci sama orang? 

Dia bilang banyak wanita yang nantinya akan mengisi neraka karena mengumbar aurat dan wajahnya di media sosial, pas aku sebut dia akun ngga jelas. Dia memantang aku untuk hapalkan surat Al Kahfi dan surat apa gitu aku lupa lewat video call *well, biasanya orang yang justru cerdas atau hafidz malah ngga mau sesumbar atau nyombongin kemampuan mereka loh, jadi yang ini jangan2... ahyasudahlah wkwkwk*, dan bawa-bawa fisik nih yang katanya dia aku hanya berwajah setara dengan mbak-mbak Indomaret waktu aku bilang dia modus supaya dapet nomer whatsapp *emang apa salahnya wajahnya mbak-mbak indomaret ya? Banyak yang cakep sih? 樂*, dia juga copas komentar dia yang sebelumnya dia pakai untuk bales komentar lain yang kurang lebih isinya nyuruh untuk rajin-rajin ikut pengajian biar pinter agama *noted lah, aku anggap dia kasih saran*, juga jangan memeluk agama arab kalo pengen punya agama yang cute(?) *what the hell?? Bahkan para sultan di Arab juga nonton BTS!*

Lalu ngga lama kemudian, notif-notif dari dia ilang dong! Oke, mungkin postingannya sudah dihapus, sial belum sempet aku kepcer pula. Atau mungkin seseorang mereport komentar/akun dia. Tapi yaaa bodo amat lah ya, BODO AMAT. Selama dia kasih poin-poin yang sekiranya jadi reminder buat aku, ya aku keep. Selebihnya yang termasuk bullying aku abaikan. Meskipun, sempet kebakar ini emosi *manusiawi lah ya namanya manusia, pasti punya emosi* tapi yaaa sudahlah, Allah Maha Menghitung. Allah yang tahu, yang penting aku nggak ada niat buruk, itu dianya aja yang sebenernya bermasalah.

Pertanyaanku adalah, kenapa setiap akun seperti ini, akun para penebar kebencian ini selalu anonim, dikunci, lebih banyak following daripada followersnya, dan selalu SOK SUCI? Mereka selalu nantangin adu debat, adu benar, adu keren *menurut mereka sih, menurut aku enggak*, dan selalu berusaha mencari dalil untuk merundung orang lain? Kayaknya, selain orang-orang yang sepemikiran sama dia itu kotor, hina, laknat, pendosa, dan pasti masuk neraka. Naudzubillah, padahal ulama besar malah berusaha merangkul bukan menakuti, memojokkan, atau adu debat loh. Kenapa? Yaaa itu sesuai sama pepatah orang Jawa : njiwit gelem, dijiwit emoh. Artinya, mencubit mau, dicubit nggak mau. Alias, cari gara-gara, giliran dia diserang dia nggak mau, makanya akunnya disembunyikan. Dikunci. Anonim. Alasannya kalo ditanya yaaaa balik lagi ke agama. Yaudalah yaaa, biar aja dia hidup dengan begitu. Allahu akbar.

Ini aku baru satu hate comment, gimana Sulli yang puluhan ribu, atau mungkin ratusan ribu, atau jutaan? Entahlah, ngga cuma kesel, jengkel, emosi sampe darah naik ke ubun-ubun, tapi apa-apa jadi takut, gampang panik, pikiran jelek terus ke orang lain, alias suudzon. Yaaaa gimana ngga bunuh diri kalau gitu yakan?

Well bung, aku cuma mau bilang aja kalau aku mungkin memang nggak hapal surat Al Kahfi atau An Nisa seperti anda, aku juga mungkin nggak sering ikut pengajian seperti anda jadi ilmu agamaku mungkin nggak seberapa kalo dibandingkan sama anda, aku juga bukan pemegang kunci surga, apalagi punya kapling di surga. Tapi, aku berusaha husnudzon, aku nggak pernah menyerang dengan komentar ke orang lain, aku nggak peduli sama anda *nih yaaa paling penting, BODO AMAT COY!*, dan setau aku, islam nggak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain secara verbal ataupun fisik, baik langsung atau tidak langsung. Islam is spreading the love! It's just you that being a toxic person!

Berani taruhan *tapi jangan, taruhan itu dosa muahahaha* orang-orang seperti ini justru biasanya adalah bocah-bocah yang baruuuuuuu aja belajar hijrah, baruuuuuu aja rutin pengajian. Ngga tau lagi, gimana ceramah-ceramah yang dia dapat sampe dia seperti itu jadinya sampe dia akhirnya terdoktrin untuk membenci umat lain. Dia lupa, handphonenya, instagramnya adalah buatan para pendosa. Sosial media isinya juga para meme makers, yang kebanyakan menertawakan atau menjadikan  kesialan orang lain sebagai bahan lawakan. Padahal, bersenang-senang di atas penederitaan orang lain itu nggak boleh kan? Hayoloh, belum-belum uda dosa aja, wkwkwkwk. Belum lagi dia ngga sadar, seandainya nih komentar dia kayak gini ternyata menimbulkan efek yang besar, mungkin bisa memmbuat orang lain bunuh diri atau jadi psikopat *ingat, ini hanya misalnya, aku nggak mendoakan siapapun untuk mendapatkan kesialan dan banyak hal buruk lainnya, naudzubillahimindzalik* terus terungkap ini karena dia yang komentar, terus dia dicari polisi, diadili, dipenjara, aduh dek! Kadang hal kecil aja efeknya bisa besar loh, hanya kita ngga tau aja, jadi saran aku lebih bijaklah memakai media sosial, brotha sista!

Jadi, kita semua, bahkan sekelas ulama pun, pasti pernah berdosa! Pernah bersalah, jangan langsung menghakimi. Neraka atau surga itu soal Hablumminallah, tapi sikap, tata krama, adab bergaul kita sama orang lain bahkan dalam bermain sosial media itu bagian dari Hablumminannaas. Kamu kuat Hablumminallah menurut kamu, tapi buruk Hablumminannaas-mu, yauda sama aja bohong. Semuanya harus seimbang.  Nggak usah repot-repot memberi skor sama orang lain, mari kita perbaiki diri kita masing-masing, urusan surga neraka serahkan sama Dzat yang Maha Benar yaitu Allah. Karena Allah adalah satu-satunya yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Sampe disini ngana paham, kan? Sekalian bisa meluncur ke sini untuk baca-baca dulu.

Uda jam 05.56, mesti buru-buru mandi nih! Beberapa jam lagi masuk jam produktif wkwkwkwk. Ingat ya, spread the love, positivity, and goodness only!
Assalammualaikum!!!! ^^

Minggu, 29 September 2019

Yang Lagi Viral (1) : Kehidupan Toleransi Beragama di Indonesia Beberapa Waktu Terakhir



Hai, hai! Sudah berapa purnama berlalu sejak terakhir aku update ya? Hahahahaha.
Well, belakangan ini, Indonesia rasanya panas kayak di neraka. Nggak cuma hawanya aja bro sis, tapi iklim politiknya. Yaaa, terakhir sih sejak pilpres kemarin, padahal Indonesia kena dampak peristiwa Moonson sampe September ini, tapi rasanya kayak nggak ada pengaruhnya, ya kan? Kali ini, aku mau komentar sedikit. Dari banyak hal yang aku baca dari Instagram, Twitter, dan sosial media lainnya. Ini hanya pandangan aku secara pribadi, tidak bermaksud untuk menyakiti siapapun, kecuali mereka yang merasa sih. Cekidot.


Banyak hal dalam keagamaan di Indonesia yang belakangan ini di kriminalisasi, dijadikan alat propaganda, dijual untuk kepentingan golongan tertentu. Bahkan sebagian pihak kuatir kalo Indonesia terjangkit virus radikalisme dan rasisme yang mengarahkan para ‘penderita’nya untuk ‘mengkhilafahkan’ NKRI. Tau kan maksudnya?


Aku pribadi, sebagai muslim, ngga ada masalah dengan khilafah atau yang sejenisnya, tapi yang perlu diingat adalah sejak awal Indonesia merdeka dari penjajahan, Indonesia itu republik. NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya semua ras, etnis, suku dan agama yang berada dalam wilayah Indonesia, sah dan diakui oleh hukum Indonesia adalah warga negara Indonesia. Mau Islam, Kristen, orang Batak, orang Papua, atau orang Tionghoa yang sudah secara hukum diakui sebagai warga negara Indonesia, maka mereka adalah warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan, belakangan ini banyak banget isu SARA digoreng, dibumbui, digoreng lagi, ditiriskan, begitu terus. Maksudnya, dikit-dikit bawa SARA ke ranah politik. Terutama istilah yang marak belakangan ini adalah ‘antek asing’ (atau mungkin pake e juga biar greget ‘antek aseng’ wkwkwkwk), kafir, imam besar, presiden ilegal, HTI dan lain sebagainya. Pernah denger nggak? Pasti pernah wkwkwkwk.


Konon katanya, paham radikalisme ini mulai ramai sejak maraknya orang-orang Indonesia yang terjerat ISIS dan kembali ke Indonesia, paham Khilafah yang hendak mereka tanamkan ke Indonesia itu jadi beda pengertiannya. Bagus sih, semua berdasarkan syariat islam, tapi kalo di mari kita kan punya hukum sendiri. Yaitu Pancasila. Yang bisa fleksibel menaungi beragam kepercayaan yang ada di Indonesia. Karena apa, di Indonesia meskipun Islam adalah agama mayoritas, tapi ada agama lain yang tinggal berdampingan dengan agama Islam, yaitu Kristen, Katholik, Khonghucu, Budha, Hindu. Nggak bisa kan kita egois serta merta dengan sombongnya beranggapan hukum syariat islam yang terbaik, terbenar, dan ter-ter lainnya. Lalu dengan mudahnya mengatakan kalau agama lain sudah pasti salah dan kafir dan memaksakan negara ini untuk dipimpin secara khilafah? Indonesia sejak semula bukan negara islam meskipun islam menjadi agama mayoritas. That’s why, kita punya ideologi sendiri, yaitu ideologi Pancasila.


Mana lagi nih ya, yang menurut aku jadi membuat aku sedikit krisis identitas sebagai muslim adalah maraknya ulama instan yang tiba-tiba viral dan tenar, tapi dalam prakteknya berdakwah yang seharusnya menyebarkan kebaikan ajaran agama islam, mereka malah menyudutkan kaum agama lain, membuat para pengikutnya yang masih awam jadi menyerang kaum minoritas tertentu. Begitukah yang diajarkan dalam agama islam? Tidak. Dalam surat Al-Hujurat ayat 13, dijelaskan :


“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”


Jelaskan dalam ayat ini? Dijelaskan bahwa kita memang diciptakan berbeda-beda secara kebangsaan dan suku, dan lainnya. Bukan untuk saling terpecah belah, melainka untuk saling mengenal, saling bersilaturahmi, juga saling memberi dan menerima. Bukannya malah musuhan dan saling adu kuasa soal siapa yang lebih baik dan lebih unggul, zzzzzzzzzzzzzz.




Ada juga nih ya, beberapa hadits yang menerangkan bahwa kita harus berbuat baik terhadap orang tua dan tetangga kita yang non-muslim, salah satunya seperti berikut ini :





“Dan jika keduanya (orang tuamu) memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Sampe disini ngana paham, kan? Wkwkwkwkwk. Jadi, stop bersikap intoleran! Selama mereka tidak meminta kita sebagai muslim untuk turut menyembah selain Allah, mari kita perlakukan mereka dengan baik dan adil. Masih banyak lagi sebenernya firman allah dan juga hadits yang menerangkan soal toleransi beragama, tapi silakan bertanya lagi dengan orang yang lebih kompeten soal ini, dalam hal ini perlu digaris bawahi, ditebalkan, yaitu ulama yang baik, yang tidak menyebarkan kebencian dalam dakwahnya dan sangat luas pengetahuannya akan agama islam. Apalah saya ini yang hanya seorang hina-dina, hanya berusaha mengingatkan agar tidak terjerumus dalam bahaya ajaran kebencian yang salah. *halah..*

Satu lagi, bagi seseorang yang kini dipanggil ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ tolong jangan berbesar kepala! Anda menanggung tanggung jawab yang luar biasa besar. Karena jika anda salah dalam menyampaikan ajaran pada jamaah yang belajar agama pada anda, maka dosa dari jamaah tersebut merupakan dosa anda juga, karena dari andalah para jamaah belajar dan mendapatkan pengetahuan baru. Jadi daripada alih-alih berdakwah dengan ajaran kebencian, mari merangkul sesama. Tunjukkan bahwa Islam tidak seperti yang mereka bayangkan, bahwa Islam adalah agama yang indah, yang penuh kasih sayang dan toleransi.



Akhir kata, Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh! ^^

Jumat, 31 Mei 2019

Movie Review : A Taxi Driver (2017)

Hai para pemirsa setia aku! Apa kabar? Hari ini, aku mau mereviewkan film korea yang baru aja aku tonton. Pada penasaran? *bodo amat* lol. Let's check it out!!

sc. Pinterest

Well, judul filmnya A Taxi Driver. Dirilis pada tahun 2017 lalu. Disutradarai oleh Jang Hoon dan dibintangi oleh aktor senior Song Kang-ho sebagai pemeran utamanya. Film ini bergenre historical, drama, dan action yang jangan sampe kalian tinggalin gitu aja. Ceritanya keren, alurnya keren. Over all, kalo masalah skor yaaaaa kira-kira 8.8 lah yaa dari 10. jadi semenarik apa toh ceritanya?

Aku ceritakan sedikit yaaaa latar belakang film ini. Dilansir dari blog, pada tahun 1979 Korea Selatan dipimpin oleh Presiden Park Chung Hee yang kemudian ditembak mati oleh Badan Intelijen Korea. Kemudian, pemerintahan diambil alih oleh Perdana Menteri Choi Kyuh ah. Sebenernya masyarakat senang ketika Park Chung Hee ditembak, karena beliau adalah pemimpin yg sangat otoriter. Muncul harapan akan demokrasi pas pemerintahan dipimpin oleh Choi Kyuh ah karena ada liberalisasi politik. Namun, tiba-tiba 6 bulan setelah penembakan presiden Park Chung hee muncullah Chun Doo Hwan. Chun Doo hwan adalah seorang tokoh militer kuat yang mengkudeta pemerintah dan membuat masyarakat Korea Selatan panik karena background Chun Doo Hwan adalah militer yang ditakutkan akan menjadi pemimpin yang diktator. Akhirnya masyarakat turun ke jalan untuk berdemo menolak negaranya dipimpin oleh tokoh yang diktator lagi. Karena itulah, Chun Doo Hwan mengumumkan darurat militer dengan alasan untuk "keamanan nasional". Dan situasi darurat militer paling parah terjadi di Gwangju, dan dikenal sebagai Pembantaian Gwangju atau Gerakan Demokratisasi Gwangju yang selanjutnya diadopsi menjadi story line di film A Taxi Driver ini.

Film ini dimulai dari munculnya seorang supir taksi bernama Kim Man Seob (diperankan oleh aktor Song Kang ho) yang mempunyai seorang anak perempuan tunggal dan harus membayar tagihan rumahnya sebesar 100.000 won. Ketika ia sedang menikmati makan siang, ia mendengar obrolan dari supir taksi lainnya yang mengatakan bahwa ia mendapat orderan senilai 100.000 won untuk mengantar orang asing ke daerah Gwangju. Sontak Kim Manseob yang sedang membutuhkan uang itu langsung mengakhiri makan siangnya dan bergegas pergi 'menyerobot' orderan supir taksi tersebut. Kim Manseob selanjutnya menjemput penumpang yang dimaksud itu, yang ternyata adalah seorang wartawan asing asal Jerman bernama Jurgen 'Peter' Hinzpeter (diperankan oleh Thomas Kretschmann) yang akan meliput situasi di Gwangju. Tanpa mengetahui latar belakang perjalanan sang reporter dan karena didasari kebutuhan bayar hutang yang sangat mendesak, Kim Manseob akhirnya berangkat ke Gwangju dengan sang reporter.

sc. Kutu-film.com

Di sanalah perjuangannya dimulai. Di setiap daerah Gwangju di jaga ketat oleh pihak militer. Awalnya Kim Manseob mau mundur dan ingin kembali ke Seoul saja. Namun reporter mengatakan bahwa jika mereka kembali dirinya tidak akan mendapatkan upah 100.000 Won tersebut.

sc. Pinterest

Akhirnya dengan segala cara mereka pun bisa memasuki kawasan Gwangju. Gwangju di tahun 1980 tersebut benar-benar hancur, banyak korban  dikarenakan pemberontakan yang terjadi. Peter yang meliput kasus yang terjadi disana pun merasa iba atas apa yang terjadi, reporter setempat pun berharap Peter dapat memberitakan kasus ini keseluruh dunia. Karena media di Korea pada saat itu dikuasai oleh pihak militer sehingga warga tidak dapat berbuat apa-apa.

Peter, sang supir taxi Kim Man Seob beserta supir taxi Gwangju lainnya hingga seorang mahasiswa yang memprotes kejadian itu pun bekerja sama membantu orang-orang yang terluka akibat konflik itu.

Ada beberapa scene yang bener-bener bikin terenyuh. Salah satunya ketika Kim Manseob beserta supir taksi lainnya membantu para korban luka dan korban tewas keluar dari wilayah yang dihujani peluru oleh para tentara. Dengan menggunakan mobil taksinya, Kim Manseob dan kawan-kawan maju ke depan ke dekat mobil militer tempat para tentara melindungi dirinya dan menembaki para demonstran untuk menghalau peluru dan kemudian mengangkut para korban keluar dari wilayah tersebut. Ampun, banjir dah mataku para pemirsah…. TT TT

Ada juga scene lain yang bikin mewek. Yaitu saat Goo Jaesik (diperankan oleh Ryu Junyeol) ditemukan tewas. Sedih dong…. Karena Jaesik adalah salah satu mahasiswa yang ikut berjuang melawan pasukan militer saat itu. Jaesik lah yang membantu Peter menterjemahkan bahasa karena Jaesik adalah mahasiswa dengan nilai bahasa inggris yang sangat baik.

Ada juga scene lain yang buat terharu. Yaitu saat Hwang Taesoo, seorang supir taksi yang juga turut berjuang bersama Manseob dan supir taksi lainnya serta para warga Gwangju, mengorbankan dirinya untuk menghalau Chun Doohwan beserta anak buahnya sehingga Manseob dan Peter bisa lolos dan kembali ke Seoul dengan selamat. Astagaaaaaa hatikuuuuu TT TT

Terakhir tapi bukan yang terakhir alias last but not tleast, scene yang bikin mewek is ketika 23 tahun kemudian Peter diundang ke Korea untuk menerima penghargaan perdamaian atas peliputannya mengenai pembantaian Gwangju. Dalam pidatonya, Peter menyebutkan bahwa perjuangannya tidak dilakukan sendirian. Ia menyebut 'Kim Sabok' yaitu nama samaran Kim Manseob yang ia beritahukan pada Peter sewaktu Peter akan terbang kembali ke Jerman. Ia berharap dapat bertemu lagi dengannya. Manseob yang saat itu sedang bekerja (masih jadi supir taksi pada tahun 2013) berbisik pada dirinya sendiri kalau ialah yang merasa lebih berterima kasih pada Peter dan juga merindukannya.

Film diakhiri oleh epilog dari Peter yang mengucapkan terima kasih dan masih terus mencari supir taksi yang mengantarnya ke Gwangju, namun sayangnya Peter meninggal pada tahun 2016 sebelum mereka sempat bertemu.

From <https://en.wikipedia.org/wiki/A_Taxi_Driver>


Asliiiii sediiiihhh banget ceritanya. Happy end for some parts, while sad end in the other parts. Bener deh, kalo ada yang bilang dunia politik itu kejam, kotor, dan berbahaya itu bener banget. Dalam politik, semua orang bisa jadi korban. Dan dalam film ini, aku belajar beberapa hal. Utamanya yaitu tolong menolong, menghargai sesama, dan masih banyak lagi sebenernya yang ngga hanya untuk diterapkan untuk hal-hal politis tapi dalam keseharian.

Anyway, pesan aku jangan sampe lupa untuk nonton ini. Wajib, wkwkwkw. Ngga deh. Maksud aku nonton film dengan genre seperti ini (yang sebenernya bukan aku banget tapi tumben aku nonton) bisa menambah wawasan kita, tentang pers, sejarah, politik walau dengan porsi yang sangat kecil. Ingat juga, film itu bisa memperngaruhi pola pikir penontonnya. Jadi, nilai bagusnya diambil, nilai jeleknya jangan.

ps, dapet sedikit info yang agaknya sangat membingungkan. Ada yang bilang kalau Kim Manseob yang sebenarnya sudah meninggal dunia karena kanker pada tahun 1984.

sc. sukmanurrizki.blogspot.com

Demikian review dari aku kali ini, pasti ada banyak banget kekurangan. Aku cuma nulis asal aja, apa yang aku pikirin, jadi kalo reviewnya sangat mengecewakan, mohon sarannya yaaaa.... :')
Dadah, babay!!! Semangat puasanya, lebaran kurang 5 hari lagi. ^^9

Source :




Chinese Drama Half Review : Derailment

 Hiiiiihooooo everybodyyyyy! How's your life today? I’m back again after a really long break. Hehehe. And to proof that my English writi...