Selasa, 20 Juli 2021

Review Anime Series Netflix 'Resident Evil : Infinite Darkness'

Haiiii….. ketemu lagi dengan aku yang super random, ga jelas ini. Apa kabar semuanya? Selamat Idul Adha yaa gais, jaga kesehatan terutama dari Covid-19 yang ga tau sampe kapan dan juga kolesterol karena abis makan daging, awokwokwokwok.

Today, aku mau kasih sedikit review untuk film (atau serial?) yang emang sudah lamaaa banget aku tungguin, dari franchise video game favorit aku, Resident Evil. Yaa meskipun aku bukan video game player ya, otakku ngga nutut untuk mikir strategi dan nge-sinkronin jari sama movement karakternya, jadi aku hanya menikmati alur ceritanya sambil ngeliatin orang lain mainin gamenya. Aneh bet, wkwkwkkwk.

sc. Pinterest (aiih ganteng banget ><)

Jadi, aku tuh dah nungguin Resident Evil : Infinite Darkness ini dari akhir tahun lalu, 2020. Sempet lamaaaa banget ngga ada kabar tanggal tayangnya. Terus beberapa bulan lalu, di Twitternya Resident Evil resmi diumumkan tayang di Netflix dengan tanggal ‘coming soon’, mendekati akhir Juni baru dikasih tau dongggg tayang 8 Juli 2021. Atau aku yang telat infonya ya? Duh, happy banget!

Jadilah, aku eksekusi baruuuu aja tanggal 18 Juli 2021 kemarin. Awalnya, agak aneh pas liat ratingnya di IMDB cuma 5.9/10. Like, what? Really? Resident Evil loh ini. Dan aku coba cek di Netflixnya, siy ga dicantumkan ratenya, cuma tertulisnya 18+ untuk adegan perkelahian intens yang berdarah-darah, dan sebagainya. Jadi gimana ceritanya?

Well, secara garis besar, di REID (aku singkat aja yaa), ceritanya berpusat di Leon S. Kennedy (Leon sentris, istilahnya. Karakter jagoan aku, si jamet ganteng, anti kalah, anti lemah, pokoknya Leon is the best-lah). Dan, tokoh protagonis lainnya diperankan sama Claire Redfield (adeknya abang Chris Redfield yang super duper macho, ganteng, baik, dan merupakan leader yang sangat baik di kesatuannya, sayangnya dia ngga ambil part di film ini, huhuhu). Karakter lainnya ada Jason (pahlawan Penamstan, anggota tim Mad Dogs yang survive di tahun 2000), Shen May (rekan Jason di kesatuannya), dan masih ada lagi. Wkwkwkwkwk.

Nah, Leon mendapat panggilan dari Gedung Putih, dari presiden AS, untuk bergabung dengan Jason dan Shen May (sama satu lagi lupa namanya) menyelidiki kasus peretasan dokumen rahasia yang berkaitan dengan laboratorium biologi di Shanghai. Namun, ketegangan mulai terjadi di sini ketika listrik di Gedung Putih padam, dan Leon dkk harus menghadapi serangan zombie misterius.

Ketegangan berikutnya, saat Leon dan tim sedang dalam perjalanan menuju Shanghai dengan kapal selam canggih, tiba-tiba mereka harus berhadapan juga dengan segerombolan Bio Organic Weapons (B.O.W.) menyerang secara tak terduga, mendorong mereka ke dalam situasi hidup atau mati. Sampe di sini? Tentu engga dong! Mereka bertiga akhirnya berhasil selamat, dan mereka tiba di semacem kosan(?) tempatnya Shen May. Selagi mereka lagi persiapkan senjatanya, Leon dan Jason sempat ngobrol, dan Jason menjelaskan situasi dan rencana mereka sebenarnya. Namun, situasi semakin tak terkendali di antara keduanya, sehingga memaksa Leon untuk menembak Jason di tempat, Shen May kabur, dan Leon harus mengejarnya. Sampe di sini? Engga, elah… wkwkwkwk. Tapi kelanjutannya silakan kalian tonton sendiri yaa.

Nah gimana menurut aku? Banyak banget alur yang bolong, mungkin karena dibuat series itu kali yaa, jadi ceritanya kayak ‘diperlebar’ gitu. Agak memaksakan, karena harusnya cukup siy dibuat dalam 1 kali tayang aja, ini terkesan bertele-tele gitu. Banyak hal yang ngga terekspos dengan baik. Misalnya, sejarahnya Jun See si adeknya Shen May, kakeknya Shen May juga, mereka cuma nongol di scene yang yaaaa gitu doang. Hikss. Terus tujuan Claire untuk menyelidiki soal senjata biologis si Wilson itu juga kayak ngga ada hubungannya sama Leon, tapi ada, tapi engga ada, tapi yaudalah, capek. Adegan si protagonis Jason ketika berubah jadi moster juga ngga banyak. Sejarahnya dia bisa jadi monster juga ngga jelas. Terus orang yang ditemukan Jason dan Claire uda jadi mayat di sebuah rumah itu juga ga jelas siapa dan kenapa bisa dibunuh dan siapa yang bunuhnya juga. Yang paling penting niy, adegan fight antara Leon dan monsternya sumpah nanggung banget! Kayak, heh udahan? Gini doang? Astaga! Capek-capek aku belain maraton, jadi cuma gini doang? *emot mata bibir mata*. Banyak banget pokoknya yang missed.


sc. IMDB

Kalo, aku compare sama Vendetta, Damnation, dan Degeneration siy, yang kali ini sorry to say, jauh. Aku nunggunya uda excited, tapi pas nontonnya hilang excitement-nya. Sorry. Jadi sekarang aku paham, kenapa ratingnya rendah kayak gitu. Agak mengecewakan.

Tinggal aku mau tamatin gameplaynya RE 8, Resident Evil : Village. Sejauh ini aku liatnya masih cukup excited. Meskipun yang main adalah tokoh baru yang aku ngga tau apa hubungannya sama Umbrella corp, si Ethan Winters. Tapi yang membuat aku lebih excited untuk lanjutin nontonnya adalah, karena aku masih penasaran sama Chris! Aduh pujaan aku. Karakter dia di trailernya siy dimunculkan sebagai antagonist (huwaaaa ga bisa bayangin ToT) tapi ada cerita apa dibaliknya masih belum muncul di part yang aku tonton (masih part 12 di gameplaynya TheRadBrad youtube.com). Aku akan coba telatenin liatnya deh.

Akhirnya, aku bisa simpulkan, dari aku pribadi rating imdb segitu untuk REID cukup beralasan, meskipun agak ga rela, tapi yaaa emang gitu siy. Aku harap masih ada kelanjutannya, karena di ending scene, si Wilson kena gigit Jason dan harusnya juga jadi zombie, tapi dia bertahan berkat inhibitor buatan Tricell (nah loh, siapa lagi itu?). Dan berharap Capcom mau memperbaiki story line nya ID di RE seri berikutnya. Kalian coba deh nonton dan nilai sendiri gimana.  

Kamis, 14 Januari 2021

#prayforSJ182




Hey hooooo, i'm back again guys....

Hari ini aku cuma mau sedikit berbagi rasa belasungkawa atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak tanggal 09 Januari 2021 kemarin. (Al-fatihah…)

Sedih yaaa. Ndak terbayangkan semisal ada keluargaku yang di dalam pesawat itu. Sejujurnya, aku benar-benar nangis waktu kabar itu tersiar. Ikut merasa kacau balau. Ikut sedih. Ikut kehilangan. Aku harap, keluarga korban bisa mendapatkan penghiburan, bantuan untuk menguatkan mental dan finansial. Semoga para korban bisa segera ditemukan.

Ngomong-ngomong soal dunia aviasi, aku nggak banyak komentar karena aku adalah orang yang sangat awam guys. Aku cuma mau sedikit ngomentarin video-video yang seliweran di internet soal insiden ini. Terutama hal-hal yang buat aku agak risih. Apa aja siy? Kenapa siy Mar kamu kok risihan jadi orang? (iya iya maap aku risihan jadi orang, padahal aku sendiri sering bikin orang lain risih sama aku, maap yaaaa ToT)

1. Banyak yang tiba-tiba jadi ‘pengamat penerbangan’

Tau ngga siy guys, untuk menguak penyebab terjadinya kecelakaan ini ada banyak sekali proses panjang dan ribet yang dilakukan oleh otoritas maskapai, pemerintah dan lembaga lain yang terkait. Misalnya, proses evakuasi, deteksi posisi black box, kalo black box sudah ditemukan, mereka melakukan pembacaan data, dan lain sebagainya. Ada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), ada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Angkasa Pura, dan maskapai itu sendiri. Belum lagi lembaga lain yang belum aku sebutkan. Dan mereka semua adalah orang-orang yang berkompeten untuk melakukan investigasi. Belum juga hasil investigasi keluar, tiba-tiba banyak netizen bermunculan yang komentar ini itu, sibuk mengidentifikasi dengan paham cocokloginya. Sedih banget lo guys. 

  • ‘pesawat tua dipake, yang bener aja’

Pesawat dikatakan ‘tua’ kalo sudah berusia 35 tahun guys. Mau usianya 20 tahun, 30 tahun, ngga jadi masalah selama perbaikan, pemeliharan, pengecekan setiap parts mulai dari yang terkecil sampe yang besar dilakukan secara rutin. Banyak sekali prosedur pengecekannya. Bahkan mur baut yang dipake pun ada hitungan usianya, berdasarkan jam pula. Jam ya guys, bukan tahunan. Dan selama semua rangkaian perawatan dan pemeliharaannya dilakukan sesuai prosedur, pasti ngga jadi masalah. Ketika pesawat sudah mau dipake, aku yakin, pihak maskapai juga sudah menginspeksi dan kemudian batu merilis pesawat tersebut untuk dipakai. Jadi, usia pesawat itu seharusnya bukan masalah.

JT 610 punya Lion Air dulu juga kondisinya baru lo guys, jadi jangan melulu berpatokan pada usia pesawat ya.

  •  'cuaca buruk itu mah’

Weather forecast pasti sudah dibicarain dari awal. Di titik mana aja ada bagian cuaca buruk, di ketinggian berapa aman untuk lewat di titik itu, dan lainnya, itu juga pasti clear disampein ke pilotnya. Itu juga ngga asal tiba-tiba pilotnya langsung tancep gas pokoknya berangkat sesuai jadwal gitu. Lah dikira angkot kali yaaa :’D

 

  • ‘pasti ada yang mainan hape itu…’

Jangan buruk sangka dulu guys. Para cabin crew juga pasti tanggep kok kalo ada yang nyalain handphone. Pasti juga ditegur sama penumpang lain. Emang siy meskipun pada nyatanya, pasti ada beberapa diantara kita yang mau fotoin awan-awan dari langit, pemandangan sekeren itu kapan lagi, ya kan. Tapi aku ngga tahu kenapa tiap naik pesawat parno kalo mau nyalain handphone, sekalipun dalam mode pesawat, aku prefer matiin total handphone aku daripada aku nyalain, karena takut membahayakan orang-orang yang ada di dalam pesawat.

Well guys, you better keep your own opinion and thoughts, although you probably can be right, but It’s not the time for you to judge. Diem dulu guys. Biarkan mereka yang berwenang bekerja. Ketika hasil finalnya sudah keluar, kita juga bakalan tau kok. Jangan sampe niat kita beropini malah menyakiti orang-orang yang bekerja dalam bidang itu dengan ke-sotoy-an kita.

Semalam, aku ngeliat videonya capt Edward Limbong, dan mostly aku setuju sama beliau. Banyak yang tiba-tiba naik panggung memberikan ‘analisa’ kenapa SJ182 bisa menukik tajam dan jatuh di laut Kepulauan Seribu. Biarkan aja dulu yang berwenang bekerja, kita ngga usa ikut memberikan komentar. Karena, orang yang kerja jadi pilot itu banyak. Yang terpukul karena insiden ini bukan cuma keluarga korban, tapi mereka yang jadi pilot, awak kabin, teknisi, ground staff, semuanya. Semuanya merasakan stress yang sama, percaya deh. Jangan nambah keruh suasana yaa guys. Mari hindari berspekulasi yang tidak-tidak, sampai KNKT merilis hasil investigasinya. Dan mari berdoa agar keluarga yang mendapat musibah diberikan kekuatan dan ketabahan.

2. Banyak yang share ‘moment terakhir’ si korban

Ini nih, seketika banyak orang yang share ‘moment terakhir’ si korban insiden pesawat SJ182. Itu ngga perlu guys. Pikirin perasaan keluarga korban yang makin sedih kalo pada share begituan. Ini bukan moment yang tepat untuk mendapatkan simpati. Bukan seperti itu guys. Jaga privacy keluarga korban. Jangan asal share. Takutnya ada salah share nanti malah berabe. Mana sekarang ada UU ITE. Jadi jika mau bersimpati, cukup dengan post pita hitamkah, atau dengan mengikuti terus berita dan perkembangan insiden ini. Kita kawal sama-sama, sampai hasil akhirnya keluar.

 

3. Banyak yang tiba-tiba parno naik pesawat terutama maskapai yang bersangkutan

Wah kalo ini mah, sudah pasti bakalan terjadi. Apalagi kalo secara personal sudah ada sentimen dan preferensi dengan maskapai tertentu wkwkwkwk. Ibaratnya, seperti langsung men-generalisir alias menyamaratakan kalo maskapai ini pesawatnya jatuh satu, pasti klo naik yg lain bakalan jatuh juga. NO! Ngga gitu yaa guys pemikirannya. Ini tuh musibah. Mau kamu naik jet pribadi kek, maskapai terbaik kek, kalo memang Tuhan sudah takdirkan pesawat itu jatuh, yaa jatuhlah.

Masing-masing pesawat pasti punya semacam histori sendiri. Tapi intinya satu, ketika akan digunakan untuk terbang baik mengangkut barang ataupun penumpang, pesawat pasti sudah dinyatakan laik terbang. Itu sudah mutlak yaa guys. Mau pesawat   kecil perintis kek, pesawat besar komersil kek, jet pribadi kek, semua. Tanpa kecuali. Masing-masing maskapai sudah melakukan perawatan secara rutin sesuai peraturan baik nasional maupun internasional dan melakukan yang terbaik bagi setiap armadanya. Semua ada standarnya, ada SOP-nya. Bukan asal mau ada yang pake, baru dibersihin, terus dipake. Engga gituuuuu (tulung T^T). Kayak mobil rental aja kalo gitu mah.

Satu lagi, ngga ada pilot, awak kabin, maskapai, apalagi penumpang yang pengen jatuh kayak gitu. Nggak ada. Kalo disuruh milih, mereka pasti pengennya selamat sampai di tujuan guys. Sampe balik ke rumah, ketemu sama keluarga dan kumpul lagi sama-sama. Bayangkan jadi mereka yang kerja di ‘atas awan’, jauh dari keluarga selama berhari-hari, resiko kematian yang cukup tinggi, mana sekarang lagi pandemi, dikit-dikit harus Swab test atau rapid test, belum lagi kalo menghadapi penumpang resek mereka harus sabar. Kalo flightnya pagi, mereka harus ready ber jam-jam sebelumnya untuk briefing dan nyiapin semua yang nantinya dibutuhkan di pesawat. Semua punya tingkat stressnya masing-masing guys. Jadi buat kita yang kerja di kota, yg cuma sesekali bepergian naik pesawatnya, yakinlah, positive thinking, berdoa banyak-banyak agar semuanya lancar, sehat walafiat, selamat sentosa sampai di tujuan dan sampai nanti kembali ke rumah.

 

Akhir kata, itu aja guys yang lagi pengen banget aku share ke semuanya. Semoga masalah ini segera menemukan titik terang yaaa. Bye~~~


Rabu, 30 September 2020


cr. Pinterest

Hai gais, selamat siang di hari yang the hot is not public alias panasnya ngga umum ini. Lagi apa kalian? Lagi baca tulisan aku? Awwwww /.\ jadi geer aku wkwkwkwk (apasih)

Kali ini aku mau share random thoughts aku, sedikit tapi banyak (eh gimana gimana?) Apa aja itu?

Imma talk about life now. Ready? Let’s Go!!!

Dunia ini semakin hari semakin penuh sesak dengan populasi manusia. Semakin canggih, semakin maju, semakin modern, semakin complicated pula permasalahannya. Pemanasan global, penumpukan sampah, pencemaran lingkungan, sampai masalah sosial. Hidup semakin canggih, apa-apa semakin mudah, tapi kenapa masalah menjadi semakin banyak? Apa yang salah?

Ngga ada yang benar (mestinya aku bilang ngga ada yang salah yak, lol xD). Semua manusia, every single person, punya andil sekecil apapun dalam permasalahan sosial, baik itu yang impact nya besar, maupun kecil. Ngga bisa juga men-judge pasti salah, karena ngga ada manusia yang sempurna. Kalo kata nenek moyang, manusia itu tempat salah dan khilaf. Tinggal gimana kita mau berubah menjadi lebih baik aja.

Nah berikut ini adalah beberapa aturan dasar dalam hidup, kalau mau hidup menjadi sedikit lebih damai. Tapi, ini versi aku ya. Kalo kalian punya aturan dasar versi kalian, silakan share ^^

  1. Setiap detik dalam hidup kita adalah permainan, jika ingin menang kita harus berhati-hati.
  2. Setiap langkah kita adalah pilihan, setiap pilihan kita ada resikonya, pilihlah dengan bijak.
  3. Indahnya jika seimbang, antara hablumminallah dan hablumminannaas. (bagi yang muslim pasti ngerti. Yang bukan muslim artinya ‘hubungan dengan tuhan’ dan ‘hubungan dengan sesama manusia’)
  4. Hiduplah seperti cermin. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
  5. Jika ingin mulai memperbaiki kerusakan lingkungan, mulailah dari hal kecil. Tidak membuang sampah sembarangan, sekecil apapun itu. Tidak merokok, tidak meludah, tidak nge-vape sembarangan.
  6. Tidak overthinking.
  7. Tidak over confident.
  8. Menjunjung tinggi toleransi. Tidak menyinggung apa agama, ras seseorang, biarkan itu menjadi urusan pribadi masing-masing orang.
  9. Tidak terlalu ikut campur urusan pribadi seseorang. Sekalipun dekat dengan seseorang, biarkan mereka mempunyai privasinya sendiri. Belajarlah cuek.
  10. Selalu perhatikan 3 etika dasar, yaitu membiasakan diri untuk mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih.
  11. Jangan selalu membalas keburukan dengan keburukan. Masalah akan semakin runyam. Jika perbuatan kita tidak kunjung dibalas dengan kebaikan, biar Tuhan yang melakukan pembalasan.
  12. Selalu berusaha husnudzon (berpikiran baik). Jika ternyata kenyataan tak seperti apa yang kita bayangkan atau harapkan, setidaknya kita terhindar dari dosa.
  13. Posisikan kita sebagai orang lain ketika sedang mendengarkan cerita seseorang. Agar kita berempati.
  14. Kuatkan prinsip “anda sopan, saya segan.” Karena menjadi sopan, santun, dan lembut itu bukan berarti kita orang yang lemah.
  15. Jujur, dimanapun kita berada, dengan siapapun kita berhadapan. Tapi tak lantas menjadikan kita bisa membenarkan blak-blakan.
  16. Selalu berdoa, setiap kali akan memulai sesuatu.
  17. Tidak merendah untuk meroket (bahasa kekinian untuk menggambarkan merendah untuk nampak tinggi).
  18. Tidak terbang tinggi dengan menjatuhkan orang lain.
  19. Aturan ada untuk menjaga kita agar tetap menjadi baik. Slogan “aturan ada untuk dilanggar” tidak akan membuat kita keren. Jika kita mematuhi aturan, dan berhasil melakukan sesuatu dengan baik, tidak mengambil jalan pintas, itulah keren yang sebenarnya.
  20. Jangan lupa untuk selalu berbakti dengan orang tua. Sedikit kita memberi untuk orang tua, tuhan akan mengganti dengan rezeki yang berlipat-lipat.
  21. Setiap langkah dalam hidup kita adalah pengalaman, setiap harinya kita mendapat pelajaran hidup yang berharga, jangan berhenti belajar.
  22. Jika tak mampu berkata yang baik, lebih baik diam. Karena kadang kala diam adalah emas.
  23. Jika tak mampu menjadi orang baik, setidaknya tidak menyakiti orang lain.
  24. Jika tak mampu membantu, setidaknya tidak menyusahkan orang lain.

Ini adalah beberapa pegangan hidup aku. Kadang, namanya manusia, ada aja aku khilaf dan berbuat salahnya. Setiap malam sebelum tidur, kadang suka melamun sendiri. “Hari ini banyak sekali salahku, ya Tuhan…” terus kadang juga over-thinking, melanggar prinsip sendiri wkwkwkwk. Tapi, aku selalu berusaha menyebarkan positive vibes buat orang-orang di sekitarku. Dengan ngga menampakkan kesedihan di depan mereka, ngga murung, karena kau tahu kalo kita murung itu jelek banget. Wkwkwkwk. Kenapa? Saat kita sedih, vibes atau aura wajah kita itu berubah, jadi engga banget, ewh. Bayangin aja misalnya aku yang lagi bad mood, sedih, murung. Udah aku ngga cakep, murung lagi. Alamak! (menjelek-jelekkan diri juga ngga boleh sebenernya yaa gais, gini-gini kita ciptaan Tuhan :’) syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah – d’Massiv) tuh kan, belum-belum, uda buat salah lagi aku, parah. *tepok jidat*

Karena aku juga orang yang masih belajar tentang hidup setiap detiknya, mungkin ada saran atau ada tambahan prinsip bagus dari readers sekalian, silakan tambahkan di kolom komentar juga boleh banget. 


Baiklah segitu dulu random thoughts dari aku. Semoga kita semua bisa tetap jadi orang yang baik dengan cara kita sendiri yaaa. Hwaiting!!! ^^9

Selasa, 02 Juni 2020

Persyaratan Perjalanan Udara Selama Pandemi COVID-19, Apa Aja Sih?


Hola amigos! Lama ngga nulis update, jadi kangen… (emang ada yang baca? Muahahahahaha) it’s okay lah, sekalipun ngga ada yang baca, semoga aja postingan kali ini bisa sedikit membantu buat orang-orang yang lagi cari info mengenai persyaratan perjalanan melalui udara selama masa pandemi Covid-19 begini. Apa aja itu? Check it out!

Sejak wabah Covid-19 menyebar di dunia, banyak negara (salah satunya Indonesia) yang menerapkan kebijakan membatasi akses keluar masuknya masyarakat sebagai upaya pencegahan atau pemutusan rantai penularan virus ini, salah satunya dengan menggalakkan ‘Bekerja Dari Rumah Saja’ atau sering disebut dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang membatasi akses kita untuk keluar masuk ke suatu daerah dengan tujuan memutus rantai penularan wabah Covid-19.

Tapi, sayangnya beberapa dari kita mungkin ngga selamanya bisa melakukan pekerjaan dari rumah aja. Beberapa dari kita mungkin diharuskan bepergian ke luar daerah dengan menggunakan pesawat. Contohnya rekan kerja aku yang diharuskan melakukan penerbangan dari Manado ke Makassar. Kenapa harus gitu? Kebetulan kantor tempat aku bekerja adalah salah satu perusahan distributor alat diagnostik atau alat kesehatan dan customernya sudah pasti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit baik negeri maupun swasta, Laboratorium, dan masih banyak lagi. Dan kebetulan rekan yang aku sebut barusan itu diharuskan melakukan instalasi atau pemasangan unit di daerah Makassar. Tentu ngga bisa dong dikerjakan dari rumah. Gimana bisa melakukan perjalanan ke luar daerah? Mana pake pesawat pula.

Demi memutus rantai penularan virus Covid-19 yang cukup berbahaya ini, pemerintah menetapkan beberapa peraturan salah satunya adalah PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan pemerintah terkait Covid-19 tertuang dalam peraturan berikut :
  1.  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, Tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
  2. Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SE 32 Tahun 2020, Tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara Untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
  3. Surat Edaran No 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengenai Kriteria Pembatasan perjalanan orang keluar atau masuk wilayah batas negara dan/atau batas wilayah administratif dengan kendaraan pribadi atau sarana transportasi umum (darat, kereta api, penyeberangan, laut, dan udara) di seluruh Indonesia.
  4. Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. SE 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. 

Namun kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang ditetapkan oleh pemerintah itu terdapat pengecualian. Pengecualiannya gimana? Berikut daftar orang yang diperbolehkan bepergian dengan pesawat selama pandemi Covid-19 beserta dokumen yang wajib dibawa :
sc : Sriwijayaair.co.id

Beberapa maskapai lain juga menambahkan dokumen kelengkapan yang harus dibawa selama bepergian dengan pesawat, misal Garuda Indonesia dan Citilink. Penumpang diharuskan menyerahkan dokumen berupa surat pernyataan perjalanan dalam rangka pengendalian Covid-19, berikut contoh format dari maskapai Garuda Indonesia :
Sc. garuda-indonesia.com/id

Tapi, dengan diberlakukannya pengecualian ini bukan berarti kita bisa mudik atau pulang kampung dulu yaa gais. Beda cerita. Harusnya ini aku share sebelum puasaan kemarin yaa, apa daya baru ada contoh case sekarang huhuhuuu. Intinya sebisa mungkin, hindari bepergian ke luar rumah dulu untuk sementara. Seenggaknya sampe dinyatakan aman dari wabah ini.


Tambahan juga niy gais, ada juga surat yang namanya Electronic Health Alert Card (e-HAC) atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. Form nya diterbitkan secara online, bisa kalian dapetin di Playstore (search aja e-HAC, nanti muncul) atau bisa juga kalian isi form nya saat di counter check in bandara. Kalau kalian mau isi dulu sebelum berangkat ke bandara, kalian bisa juga akses ke webnya disini. Aku belum terlalu mengoprek lebih jauh karena aku kan bukan calon penumpang, jadi mohon dimaafkan yaaa ngga bisa jelasin lebh detail soal e-HAC ini.

Jangan lupakan juga SIKM nya atau Surat Ijin Keluar Masuk bagi kalian yang mau dan dari Jakarta dan sekitarnya. Kepengurusan SIKM ini bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi web Jakevo ini. Buat kalian yang tidak berasal dan tidak akan berkunjung ke Jakarta, kalian bisa coba cek informasi ke sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di daerah kalian mengenai pembuatan SIKM ini. Perlu diperhatikan juga ya gais, tidak semua orang bisa membuat SIKM ini. SIKM ini hanya bisa dibuat oleh beberapa orang saja, yaitu antara lain : 

1. Pekerja harian/pengusaha/orang asing yang lokasi kerjanya ada di Jakarta, tetapi tinggal di luar Jabodetabek (SIKM perjalanan berulang)

2. Pekerja/pengusaha yang tinggal di luar Jabodetabek dan harus perjalanan dinas ke Jakarta (SIKM perjalanan sekali)

3. Warga dengan kebutuhan mendesak (SIKM perjalanan sekali), yakni: 
- pasien gawat darurat kesehatan 
- kondisi darurat lain: kerabat sakit keras atau meninggal.


Intinya, hindari sebisa mungkin keluar rumah apalagi ke keluar daerah, kalau ngga urgent mending #dirumahaja. Sekiranya enggak bisa #dirumahaja, dan situasi memaksa kalian untuk tetap keluar rumah, jangan lupa perlindungan diri dasar, seperti masker, hand sanitizer, sarung tangan, dll. Hindari kontak fisik dengan orang lain, hindari kerumunan, tutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jangan lupa minum vitamin, olahraga, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Dan kalau terpaksa pergi bekerja keluar daerah, jangan lupa lengkapi dokumennya ya. Supaya kita semua terlindungi.

Akhir kata, selamat bekerja teman-temanku semua. Semoga info ini bermanfaat ya. Semoga kita semua selalu sehat. Semoga juga wabah ini segera berlalu dan kita bisa hidup normal kembali seperti sebelumnya. Kangen ngemall, nonton, kongkow juga kan? Samaaaa T_T

Sc berbagai sumber




Selasa, 15 Oktober 2019

Hate comment is the real killer!

Assalammualaikum wahai akhii, wahai ukhti... Apa kabar pagi ini? Tumben dong aku mau update pagi-pagi begini, masih jam 05.37 pas tulisan ini dibuat hahahaha. Pengen sharing sedikit, menjurus ke ghibah, curhat, atau apalah itu, but underline this, aku tidak berniat menebar kebencian yaa... Ada apa sih?

Jadi kemarin, beredar kabar bahwa Sulli f(x) meninggal dunia. Polisi di Korea mengkonfirmasi kalau Sulli, alias Choi Jinri meninggal karena bunuh diri. Penyebab atau motif bunuh dirinya sih masih abu-abu. Ada yang bilang karena Sulli depresi, karena sebelumnya dia pernah punya Panic Disorder, atau gangguan panik, ditambah lagi sebelum dikabarkan meninggal, sempet dia live Instagram. Dia tanya ke netizen, kurang lebih begini, "aku bukan orang jahat, tapi kenapa kalian selalu membenci aku?" Kurang lebih demikian. Jadi gimana sih dahsyatnya komentar kebencian kepada mental seseorang?

Kalau menurut aku, cyber bullying, atau bahasa indonesianya itu 'perundungan', itu sama dahsyatnya sama bullying secara fisik. Sama brotha, sista. Korban bisa jadi terserang secara mental karena terlalu kepikiran dan khawatir sama semua komentar jahat yang dia dapat. Insecure. Akhirnya, dia nggak bisa tenang dalam semua kegiatannya. Kenapa bukan para koruptor atau politisi bermasalah yang kayaka begini yaa? *Abaikan karena mulai oot, wkwkekek*

Nah, sedangkan kemarin itu, ada sebuah postingan di Instagram isinya soal kematiannya Sulli, dan banyak komentar nyinyir yang cukup pedas ya, karena bukan para Kpopers yang komen. Miris banget, orangnya uda nggak ada masih ada dihujat, padahal mereka juga ngga ngerti Sulli itu siapa, orangnya gimana. Gini nih kalo kebiasaan liat orang cuma dari bungkusnya aja. Bawa-bawa agama, sampe bahkan mereka membandingkan berita Sulli sama pecahnya perang Palestina - Israel. Orang waras pasti ngerti, ini bukan apple to apple comparison, jelas. Akhirnya karena bawa topik sensitif begini, terjadilah debat kusir antara pendosa yang pasti masuk neraka, dengan pemilik kapling di surga. Sebut aja aku pendosanya, dan orang tersebut pemilik kapling surganya, hahahaha. Sebenernya, aku ngga mendebat dia sih, aku cuma balas komentar sabda sucinya dia, karena aku penasaran, kenapa sih sama hidupnya nih orang? Ada masalah apa sampe segitunya benci sama orang? 

Dia bilang banyak wanita yang nantinya akan mengisi neraka karena mengumbar aurat dan wajahnya di media sosial, pas aku sebut dia akun ngga jelas. Dia memantang aku untuk hapalkan surat Al Kahfi dan surat apa gitu aku lupa lewat video call *well, biasanya orang yang justru cerdas atau hafidz malah ngga mau sesumbar atau nyombongin kemampuan mereka loh, jadi yang ini jangan2... ahyasudahlah wkwkwk*, dan bawa-bawa fisik nih yang katanya dia aku hanya berwajah setara dengan mbak-mbak Indomaret waktu aku bilang dia modus supaya dapet nomer whatsapp *emang apa salahnya wajahnya mbak-mbak indomaret ya? Banyak yang cakep sih? 樂*, dia juga copas komentar dia yang sebelumnya dia pakai untuk bales komentar lain yang kurang lebih isinya nyuruh untuk rajin-rajin ikut pengajian biar pinter agama *noted lah, aku anggap dia kasih saran*, juga jangan memeluk agama arab kalo pengen punya agama yang cute(?) *what the hell?? Bahkan para sultan di Arab juga nonton BTS!*

Lalu ngga lama kemudian, notif-notif dari dia ilang dong! Oke, mungkin postingannya sudah dihapus, sial belum sempet aku kepcer pula. Atau mungkin seseorang mereport komentar/akun dia. Tapi yaaa bodo amat lah ya, BODO AMAT. Selama dia kasih poin-poin yang sekiranya jadi reminder buat aku, ya aku keep. Selebihnya yang termasuk bullying aku abaikan. Meskipun, sempet kebakar ini emosi *manusiawi lah ya namanya manusia, pasti punya emosi* tapi yaaa sudahlah, Allah Maha Menghitung. Allah yang tahu, yang penting aku nggak ada niat buruk, itu dianya aja yang sebenernya bermasalah.

Pertanyaanku adalah, kenapa setiap akun seperti ini, akun para penebar kebencian ini selalu anonim, dikunci, lebih banyak following daripada followersnya, dan selalu SOK SUCI? Mereka selalu nantangin adu debat, adu benar, adu keren *menurut mereka sih, menurut aku enggak*, dan selalu berusaha mencari dalil untuk merundung orang lain? Kayaknya, selain orang-orang yang sepemikiran sama dia itu kotor, hina, laknat, pendosa, dan pasti masuk neraka. Naudzubillah, padahal ulama besar malah berusaha merangkul bukan menakuti, memojokkan, atau adu debat loh. Kenapa? Yaaa itu sesuai sama pepatah orang Jawa : njiwit gelem, dijiwit emoh. Artinya, mencubit mau, dicubit nggak mau. Alias, cari gara-gara, giliran dia diserang dia nggak mau, makanya akunnya disembunyikan. Dikunci. Anonim. Alasannya kalo ditanya yaaaa balik lagi ke agama. Yaudalah yaaa, biar aja dia hidup dengan begitu. Allahu akbar.

Ini aku baru satu hate comment, gimana Sulli yang puluhan ribu, atau mungkin ratusan ribu, atau jutaan? Entahlah, ngga cuma kesel, jengkel, emosi sampe darah naik ke ubun-ubun, tapi apa-apa jadi takut, gampang panik, pikiran jelek terus ke orang lain, alias suudzon. Yaaaa gimana ngga bunuh diri kalau gitu yakan?

Well bung, aku cuma mau bilang aja kalau aku mungkin memang nggak hapal surat Al Kahfi atau An Nisa seperti anda, aku juga mungkin nggak sering ikut pengajian seperti anda jadi ilmu agamaku mungkin nggak seberapa kalo dibandingkan sama anda, aku juga bukan pemegang kunci surga, apalagi punya kapling di surga. Tapi, aku berusaha husnudzon, aku nggak pernah menyerang dengan komentar ke orang lain, aku nggak peduli sama anda *nih yaaa paling penting, BODO AMAT COY!*, dan setau aku, islam nggak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain secara verbal ataupun fisik, baik langsung atau tidak langsung. Islam is spreading the love! It's just you that being a toxic person!

Berani taruhan *tapi jangan, taruhan itu dosa muahahaha* orang-orang seperti ini justru biasanya adalah bocah-bocah yang baruuuuuuu aja belajar hijrah, baruuuuuu aja rutin pengajian. Ngga tau lagi, gimana ceramah-ceramah yang dia dapat sampe dia seperti itu jadinya sampe dia akhirnya terdoktrin untuk membenci umat lain. Dia lupa, handphonenya, instagramnya adalah buatan para pendosa. Sosial media isinya juga para meme makers, yang kebanyakan menertawakan atau menjadikan  kesialan orang lain sebagai bahan lawakan. Padahal, bersenang-senang di atas penederitaan orang lain itu nggak boleh kan? Hayoloh, belum-belum uda dosa aja, wkwkwkwk. Belum lagi dia ngga sadar, seandainya nih komentar dia kayak gini ternyata menimbulkan efek yang besar, mungkin bisa memmbuat orang lain bunuh diri atau jadi psikopat *ingat, ini hanya misalnya, aku nggak mendoakan siapapun untuk mendapatkan kesialan dan banyak hal buruk lainnya, naudzubillahimindzalik* terus terungkap ini karena dia yang komentar, terus dia dicari polisi, diadili, dipenjara, aduh dek! Kadang hal kecil aja efeknya bisa besar loh, hanya kita ngga tau aja, jadi saran aku lebih bijaklah memakai media sosial, brotha sista!

Jadi, kita semua, bahkan sekelas ulama pun, pasti pernah berdosa! Pernah bersalah, jangan langsung menghakimi. Neraka atau surga itu soal Hablumminallah, tapi sikap, tata krama, adab bergaul kita sama orang lain bahkan dalam bermain sosial media itu bagian dari Hablumminannaas. Kamu kuat Hablumminallah menurut kamu, tapi buruk Hablumminannaas-mu, yauda sama aja bohong. Semuanya harus seimbang.  Nggak usah repot-repot memberi skor sama orang lain, mari kita perbaiki diri kita masing-masing, urusan surga neraka serahkan sama Dzat yang Maha Benar yaitu Allah. Karena Allah adalah satu-satunya yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Sampe disini ngana paham, kan? Sekalian bisa meluncur ke sini untuk baca-baca dulu.

Uda jam 05.56, mesti buru-buru mandi nih! Beberapa jam lagi masuk jam produktif wkwkwkwk. Ingat ya, spread the love, positivity, and goodness only!
Assalammualaikum!!!! ^^

Minggu, 29 September 2019

Yang Lagi Viral (1) : Kehidupan Toleransi Beragama di Indonesia Beberapa Waktu Terakhir



Hai, hai! Sudah berapa purnama berlalu sejak terakhir aku update ya? Hahahahaha.
Well, belakangan ini, Indonesia rasanya panas kayak di neraka. Nggak cuma hawanya aja bro sis, tapi iklim politiknya. Yaaa, terakhir sih sejak pilpres kemarin, padahal Indonesia kena dampak peristiwa Moonson sampe September ini, tapi rasanya kayak nggak ada pengaruhnya, ya kan? Kali ini, aku mau komentar sedikit. Dari banyak hal yang aku baca dari Instagram, Twitter, dan sosial media lainnya. Ini hanya pandangan aku secara pribadi, tidak bermaksud untuk menyakiti siapapun, kecuali mereka yang merasa sih. Cekidot.


Banyak hal dalam keagamaan di Indonesia yang belakangan ini di kriminalisasi, dijadikan alat propaganda, dijual untuk kepentingan golongan tertentu. Bahkan sebagian pihak kuatir kalo Indonesia terjangkit virus radikalisme dan rasisme yang mengarahkan para ‘penderita’nya untuk ‘mengkhilafahkan’ NKRI. Tau kan maksudnya?


Aku pribadi, sebagai muslim, ngga ada masalah dengan khilafah atau yang sejenisnya, tapi yang perlu diingat adalah sejak awal Indonesia merdeka dari penjajahan, Indonesia itu republik. NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya semua ras, etnis, suku dan agama yang berada dalam wilayah Indonesia, sah dan diakui oleh hukum Indonesia adalah warga negara Indonesia. Mau Islam, Kristen, orang Batak, orang Papua, atau orang Tionghoa yang sudah secara hukum diakui sebagai warga negara Indonesia, maka mereka adalah warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan, belakangan ini banyak banget isu SARA digoreng, dibumbui, digoreng lagi, ditiriskan, begitu terus. Maksudnya, dikit-dikit bawa SARA ke ranah politik. Terutama istilah yang marak belakangan ini adalah ‘antek asing’ (atau mungkin pake e juga biar greget ‘antek aseng’ wkwkwkwk), kafir, imam besar, presiden ilegal, HTI dan lain sebagainya. Pernah denger nggak? Pasti pernah wkwkwkwk.


Konon katanya, paham radikalisme ini mulai ramai sejak maraknya orang-orang Indonesia yang terjerat ISIS dan kembali ke Indonesia, paham Khilafah yang hendak mereka tanamkan ke Indonesia itu jadi beda pengertiannya. Bagus sih, semua berdasarkan syariat islam, tapi kalo di mari kita kan punya hukum sendiri. Yaitu Pancasila. Yang bisa fleksibel menaungi beragam kepercayaan yang ada di Indonesia. Karena apa, di Indonesia meskipun Islam adalah agama mayoritas, tapi ada agama lain yang tinggal berdampingan dengan agama Islam, yaitu Kristen, Katholik, Khonghucu, Budha, Hindu. Nggak bisa kan kita egois serta merta dengan sombongnya beranggapan hukum syariat islam yang terbaik, terbenar, dan ter-ter lainnya. Lalu dengan mudahnya mengatakan kalau agama lain sudah pasti salah dan kafir dan memaksakan negara ini untuk dipimpin secara khilafah? Indonesia sejak semula bukan negara islam meskipun islam menjadi agama mayoritas. That’s why, kita punya ideologi sendiri, yaitu ideologi Pancasila.


Mana lagi nih ya, yang menurut aku jadi membuat aku sedikit krisis identitas sebagai muslim adalah maraknya ulama instan yang tiba-tiba viral dan tenar, tapi dalam prakteknya berdakwah yang seharusnya menyebarkan kebaikan ajaran agama islam, mereka malah menyudutkan kaum agama lain, membuat para pengikutnya yang masih awam jadi menyerang kaum minoritas tertentu. Begitukah yang diajarkan dalam agama islam? Tidak. Dalam surat Al-Hujurat ayat 13, dijelaskan :


“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”


Jelaskan dalam ayat ini? Dijelaskan bahwa kita memang diciptakan berbeda-beda secara kebangsaan dan suku, dan lainnya. Bukan untuk saling terpecah belah, melainka untuk saling mengenal, saling bersilaturahmi, juga saling memberi dan menerima. Bukannya malah musuhan dan saling adu kuasa soal siapa yang lebih baik dan lebih unggul, zzzzzzzzzzzzzz.




Ada juga nih ya, beberapa hadits yang menerangkan bahwa kita harus berbuat baik terhadap orang tua dan tetangga kita yang non-muslim, salah satunya seperti berikut ini :





“Dan jika keduanya (orang tuamu) memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Sampe disini ngana paham, kan? Wkwkwkwkwk. Jadi, stop bersikap intoleran! Selama mereka tidak meminta kita sebagai muslim untuk turut menyembah selain Allah, mari kita perlakukan mereka dengan baik dan adil. Masih banyak lagi sebenernya firman allah dan juga hadits yang menerangkan soal toleransi beragama, tapi silakan bertanya lagi dengan orang yang lebih kompeten soal ini, dalam hal ini perlu digaris bawahi, ditebalkan, yaitu ulama yang baik, yang tidak menyebarkan kebencian dalam dakwahnya dan sangat luas pengetahuannya akan agama islam. Apalah saya ini yang hanya seorang hina-dina, hanya berusaha mengingatkan agar tidak terjerumus dalam bahaya ajaran kebencian yang salah. *halah..*

Satu lagi, bagi seseorang yang kini dipanggil ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ tolong jangan berbesar kepala! Anda menanggung tanggung jawab yang luar biasa besar. Karena jika anda salah dalam menyampaikan ajaran pada jamaah yang belajar agama pada anda, maka dosa dari jamaah tersebut merupakan dosa anda juga, karena dari andalah para jamaah belajar dan mendapatkan pengetahuan baru. Jadi daripada alih-alih berdakwah dengan ajaran kebencian, mari merangkul sesama. Tunjukkan bahwa Islam tidak seperti yang mereka bayangkan, bahwa Islam adalah agama yang indah, yang penuh kasih sayang dan toleransi.



Akhir kata, Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh! ^^

Jumat, 31 Mei 2019

Movie Review : A Taxi Driver (2017)

Hai para pemirsa setia aku! Apa kabar? Hari ini, aku mau mereviewkan film korea yang baru aja aku tonton. Pada penasaran? *bodo amat* lol. Let's check it out!!

sc. Pinterest

Well, judul filmnya A Taxi Driver. Dirilis pada tahun 2017 lalu. Disutradarai oleh Jang Hoon dan dibintangi oleh aktor senior Song Kang-ho sebagai pemeran utamanya. Film ini bergenre historical, drama, dan action yang jangan sampe kalian tinggalin gitu aja. Ceritanya keren, alurnya keren. Over all, kalo masalah skor yaaaaa kira-kira 8.8 lah yaa dari 10. jadi semenarik apa toh ceritanya?

Aku ceritakan sedikit yaaaa latar belakang film ini. Dilansir dari blog, pada tahun 1979 Korea Selatan dipimpin oleh Presiden Park Chung Hee yang kemudian ditembak mati oleh Badan Intelijen Korea. Kemudian, pemerintahan diambil alih oleh Perdana Menteri Choi Kyuh ah. Sebenernya masyarakat senang ketika Park Chung Hee ditembak, karena beliau adalah pemimpin yg sangat otoriter. Muncul harapan akan demokrasi pas pemerintahan dipimpin oleh Choi Kyuh ah karena ada liberalisasi politik. Namun, tiba-tiba 6 bulan setelah penembakan presiden Park Chung hee muncullah Chun Doo Hwan. Chun Doo hwan adalah seorang tokoh militer kuat yang mengkudeta pemerintah dan membuat masyarakat Korea Selatan panik karena background Chun Doo Hwan adalah militer yang ditakutkan akan menjadi pemimpin yang diktator. Akhirnya masyarakat turun ke jalan untuk berdemo menolak negaranya dipimpin oleh tokoh yang diktator lagi. Karena itulah, Chun Doo Hwan mengumumkan darurat militer dengan alasan untuk "keamanan nasional". Dan situasi darurat militer paling parah terjadi di Gwangju, dan dikenal sebagai Pembantaian Gwangju atau Gerakan Demokratisasi Gwangju yang selanjutnya diadopsi menjadi story line di film A Taxi Driver ini.

Film ini dimulai dari munculnya seorang supir taksi bernama Kim Man Seob (diperankan oleh aktor Song Kang ho) yang mempunyai seorang anak perempuan tunggal dan harus membayar tagihan rumahnya sebesar 100.000 won. Ketika ia sedang menikmati makan siang, ia mendengar obrolan dari supir taksi lainnya yang mengatakan bahwa ia mendapat orderan senilai 100.000 won untuk mengantar orang asing ke daerah Gwangju. Sontak Kim Manseob yang sedang membutuhkan uang itu langsung mengakhiri makan siangnya dan bergegas pergi 'menyerobot' orderan supir taksi tersebut. Kim Manseob selanjutnya menjemput penumpang yang dimaksud itu, yang ternyata adalah seorang wartawan asing asal Jerman bernama Jurgen 'Peter' Hinzpeter (diperankan oleh Thomas Kretschmann) yang akan meliput situasi di Gwangju. Tanpa mengetahui latar belakang perjalanan sang reporter dan karena didasari kebutuhan bayar hutang yang sangat mendesak, Kim Manseob akhirnya berangkat ke Gwangju dengan sang reporter.

sc. Kutu-film.com

Di sanalah perjuangannya dimulai. Di setiap daerah Gwangju di jaga ketat oleh pihak militer. Awalnya Kim Manseob mau mundur dan ingin kembali ke Seoul saja. Namun reporter mengatakan bahwa jika mereka kembali dirinya tidak akan mendapatkan upah 100.000 Won tersebut.

sc. Pinterest

Akhirnya dengan segala cara mereka pun bisa memasuki kawasan Gwangju. Gwangju di tahun 1980 tersebut benar-benar hancur, banyak korban  dikarenakan pemberontakan yang terjadi. Peter yang meliput kasus yang terjadi disana pun merasa iba atas apa yang terjadi, reporter setempat pun berharap Peter dapat memberitakan kasus ini keseluruh dunia. Karena media di Korea pada saat itu dikuasai oleh pihak militer sehingga warga tidak dapat berbuat apa-apa.

Peter, sang supir taxi Kim Man Seob beserta supir taxi Gwangju lainnya hingga seorang mahasiswa yang memprotes kejadian itu pun bekerja sama membantu orang-orang yang terluka akibat konflik itu.

Ada beberapa scene yang bener-bener bikin terenyuh. Salah satunya ketika Kim Manseob beserta supir taksi lainnya membantu para korban luka dan korban tewas keluar dari wilayah yang dihujani peluru oleh para tentara. Dengan menggunakan mobil taksinya, Kim Manseob dan kawan-kawan maju ke depan ke dekat mobil militer tempat para tentara melindungi dirinya dan menembaki para demonstran untuk menghalau peluru dan kemudian mengangkut para korban keluar dari wilayah tersebut. Ampun, banjir dah mataku para pemirsah…. TT TT

Ada juga scene lain yang bikin mewek. Yaitu saat Goo Jaesik (diperankan oleh Ryu Junyeol) ditemukan tewas. Sedih dong…. Karena Jaesik adalah salah satu mahasiswa yang ikut berjuang melawan pasukan militer saat itu. Jaesik lah yang membantu Peter menterjemahkan bahasa karena Jaesik adalah mahasiswa dengan nilai bahasa inggris yang sangat baik.

Ada juga scene lain yang buat terharu. Yaitu saat Hwang Taesoo, seorang supir taksi yang juga turut berjuang bersama Manseob dan supir taksi lainnya serta para warga Gwangju, mengorbankan dirinya untuk menghalau Chun Doohwan beserta anak buahnya sehingga Manseob dan Peter bisa lolos dan kembali ke Seoul dengan selamat. Astagaaaaaa hatikuuuuu TT TT

Terakhir tapi bukan yang terakhir alias last but not tleast, scene yang bikin mewek is ketika 23 tahun kemudian Peter diundang ke Korea untuk menerima penghargaan perdamaian atas peliputannya mengenai pembantaian Gwangju. Dalam pidatonya, Peter menyebutkan bahwa perjuangannya tidak dilakukan sendirian. Ia menyebut 'Kim Sabok' yaitu nama samaran Kim Manseob yang ia beritahukan pada Peter sewaktu Peter akan terbang kembali ke Jerman. Ia berharap dapat bertemu lagi dengannya. Manseob yang saat itu sedang bekerja (masih jadi supir taksi pada tahun 2013) berbisik pada dirinya sendiri kalau ialah yang merasa lebih berterima kasih pada Peter dan juga merindukannya.

Film diakhiri oleh epilog dari Peter yang mengucapkan terima kasih dan masih terus mencari supir taksi yang mengantarnya ke Gwangju, namun sayangnya Peter meninggal pada tahun 2016 sebelum mereka sempat bertemu.

From <https://en.wikipedia.org/wiki/A_Taxi_Driver>


Asliiiii sediiiihhh banget ceritanya. Happy end for some parts, while sad end in the other parts. Bener deh, kalo ada yang bilang dunia politik itu kejam, kotor, dan berbahaya itu bener banget. Dalam politik, semua orang bisa jadi korban. Dan dalam film ini, aku belajar beberapa hal. Utamanya yaitu tolong menolong, menghargai sesama, dan masih banyak lagi sebenernya yang ngga hanya untuk diterapkan untuk hal-hal politis tapi dalam keseharian.

Anyway, pesan aku jangan sampe lupa untuk nonton ini. Wajib, wkwkwkw. Ngga deh. Maksud aku nonton film dengan genre seperti ini (yang sebenernya bukan aku banget tapi tumben aku nonton) bisa menambah wawasan kita, tentang pers, sejarah, politik walau dengan porsi yang sangat kecil. Ingat juga, film itu bisa memperngaruhi pola pikir penontonnya. Jadi, nilai bagusnya diambil, nilai jeleknya jangan.

ps, dapet sedikit info yang agaknya sangat membingungkan. Ada yang bilang kalau Kim Manseob yang sebenarnya sudah meninggal dunia karena kanker pada tahun 1984.

sc. sukmanurrizki.blogspot.com

Demikian review dari aku kali ini, pasti ada banyak banget kekurangan. Aku cuma nulis asal aja, apa yang aku pikirin, jadi kalo reviewnya sangat mengecewakan, mohon sarannya yaaaa.... :')
Dadah, babay!!! Semangat puasanya, lebaran kurang 5 hari lagi. ^^9

Source :




Kamis, 21 Maret 2019

Romance Movie Review :THE BEST OF ME


Hi there!! Hi everyone!! What’s up?
Lamaaaa banget ga update (emang ada yang nanya?) yaaa enggak siy *lol*. Well, apa kabar kalian? Selama ga update, aku nyari inspirasi soal apa yang pengen aku tulis disini. Daaaaann, baru sadar aku kalau belakangan ini lagi gandrung banget sama yang namanya film romantic. Well, sebenernya enggak baru-baru ini juga siy. Uda lamaaaa banget seneng sama sesuatu yang berbau romantic gitu.

Dan, kali ini aku pengen bahas soal salah satu film romantis terbaik sepanjang masa (in my opinion) yaitu film The Best of Me yang diadaptasi dari salah satu novel genre romantic terbaik sepanjang masa, milik author Nicholas Sparks. Buat kalian yang sering baca novel atau nonton film khususnya genre romance, pasti nama beliau ini uda bukan sesuatu yang asing buat kalian. Karya-karya beliau ini luar biasa membius, luar biasa romantic, sooo classic but yet in different area(?). Sebut aja A Walk to Remember dan The Notebook yang selama bertahun-tahun ga lepas dari gelar film romantic terbaik di dunia.

Ceritanya yang polos, so sweet yang mendayu-dayu, bener-bener keren banget. Kalo menilik di filmnya siy, kebanyakan kesannya vintage mulai dari rumah, mobil, kostum, dll. Jauh dari kesan glamor atau sesuatu yang gadget-focused, lebih seringnya semacem kilas balik ke kehidupan masa lampau. Gimana Nic membuat para tokoh dalam cerita menghadapi segala macam cobaan dalam kehidupan mereka dengan dewasa, alur cerita yang kompleks tapi gampang dinalar. Romance yang begini ini yang aku suka!! ><

Well, tentang film The Best of Me ini, adalah yang paling aku suka dari semua film karya Nic, dari semua film romantic yang pernah aku tonton, ini film selalu ada urutan pertama. Udah nonton berkali-kali tetep aja baper parah. Kenapa? Kenawhy? Karena alur ceritanya terutama karena endingnya. Ada apa dengan endingnya?

Jadi gini, film The Best of Me ini ‘katanya’ punya alternate ending. Alias endingnya ada dua. Parahnya, yang dipublish dimana-mana itu yang ceritanya sad ending, sedangkan untuk cerita happy endingnya hanya available di Amerika sana. Well, aku bahkan sempet penasaran setengah mati mesti beli dimana kaset CD atau DVDnya untuk The Best of Me Alternate Ending atau disebut juga The Best of Me : Tears of Joy Edition. Amazon? Ngga ada. Cek web-nya Rotten Tomato? Zonk!

watch this! video

Sounds a bit freak, tapi aku pernah DM Nic di akun personal instagramnya (instagram.com/nicholassparks), cuma karena nanyain mesti liat dimana Tears of Joy Editionnya, hiks. Secara, aku adalah fans berat dari film romance dengan happy ending. Karena aku pikir, tokoh-tokohnya uda usaha to make their loving life happy, they deserve to have a happy life (mulai sewot ndiri kaaaannnn? Wkwkwkwkw abaikan). Dan sampai detik ini still no response. Tapi yaudalah, saya kan hanya butiran debu gitu, pasti beliaunya juga sibuk, dan mungkin juga terlalu banyak DM yang masuk sampe akhirnya pesanku ngilang, wuuusshhh~

Then, kayak apa siy ceritanya?

Jadi niy ya, seorang cowok yang berasal dari keluarga yang amburadul, nama Dawson Cole (versi muda diperankan oleh si ganteng Luke Bracey, versi dewasa diperankan om ganteng James Marsden) jatuh cinta oleh seorang cewek cantik, popular dan berasal dari keluarga baik-baik dan terpandang namanya Amanda Collier (versi muda diperankan oleh si cantik kembaran aku Liana Liberato, versi dewasa diperankan oleh tante kharismatik Michelle Monaghan). Keduanya punya cerita cinta yang tertunda sampai 20 tahun lamanya.

Dawson dewasa, bekerja di pertambangan minyak lepas pantai yang sempat terhempas masuk ke dalam laut karena pertambangan tempatnya bekerja meledak. Ajaibnya, ia selamat karena memimpikan mantan kekasihnya, Amanda, meskipun harusnya dengan kondisi separah itu, dokter mengatakan mustahil bagi seseorang untuk bisa bertahan hidup bahkan sadar. Hingga akhirnya ketika ia pulang ke rumahnya, seorang pengacara mengatakan bahwa Tuck (teman baik Amanda dan juga Dawson, diperankan oleh Gerald McRaney) telah meninggal dunia dan membuat surat wasiat bagi Dawson dan Amanda. Dari situlah mereka dipertemukan lagi. Lalu apa yang terjadi? Tonton sendiri yaaaawww *smirk* kebanyakan spoiler, malah ngga nonton entar, hehehehe.

Ceritanya yang so sweet, berhasil banget bikin baper tak berkesudahan. Dawson yang romantis, baik, cerdas, pekerja keras, bener-bener sosok tipikal yang bakalan disukain sama cewek manapun! Beneran deh… Belom lagi Amanda yang manis, ceria, cantik dan elegan, bener-bener juga idaman cowok! Manis banget di awal-awal, diwarnai konflik dimana Dawson ngelawan sodara-sodara berandalannya sampe ngga sengaja nembak kepalanya sahabatnya sampe Dawson terpaksa dipenjara dan putus sama Amanda. Potek hati aku tuh! Kemudian karena surat wasiat Tuck, akhirnya mereka berdua ketemu lagi dengan kondisi yang berbeda banget. Amanda sudah berkeluarga, meskipun Dawson masih sendiri. Kebayang ngga sih gimana awkwardnya? (lah jadi spoiler lagi kan? Wkwkwkwk).

Film ini punya alur maju-mundur, semacam flash back gitu, tapi ngga ngebingungin kok tenang aja. Untuk pemilihan tokohnya, over all uda oke, cuma jujur aja meskipun aku ngefans sama Luke dan James, tapi memilih mereka sebagai tokoh  versi muda dan versi tua itu kurang pas. Karena Luke sama James ngga gitu mirip dan mereka keliatan kayak seumuran gitu (yaaaa meskipun juga tuaan James kemana-mana siy ya, wkwkwk) but seriously, they didn’t looked that similar. Tapi tenang, ketolong kok. Ketolongnya itu karena Luke actingnya pas banget, bagus banget! Jadi bisa ngebayangin ‘oooh gini toh Dawson itu..’ terus James sendiri juga bisa banget ngebawain karakter Dawson yang makin dewasa dengan sangat baik. Jadi meskipun mereka engga mirip, tapi bisalah diterima, karena engga ngerti siy siapa aktor lain yang kira-kira bisa peranin karakter Dawson itu. Kesimpulannya, mereka emang engga bisa dimiripin banget, tapi mereka pas dan cucok meranin karakter Dawson.

Buat aku pribadi, film ini tuh bisa aku kasih semua jempol aku, nilai 9 dari 10, karena entah kenapa ngena banget! Film yang tipikalnya tuh Nicholas Sparks banget deh. Kelen wajib banget nonton. Sekalian sama dilm-filmnya Nic yang lain kalo bisa. Dan coba ceritain, filmnya Nic yang mana yang kelen demenin.

And, here are some pics about this movie…

ini posternya

Dawson dan Amanda versi muda

Dawson dan Amanda versi dewasa

iconic scene!!! scene dimana Dawson pertama kali mengakui ia jatuh cinta sama Amanda karena Amanda cantik banget! i love her dress btw kkkkk

their official trailer

Well, that's all for tonight. Thread ini mungkin akan diedit atau diperbarui nanti. Akhir kata, selamat malam, selamat berimimpi indah. <3



Senin, 04 Juni 2018

Favourite food : egg and noodle!!!! Woohoo!!!

Haaaaaaiiii haaaaaaiiiiii
I'am back. Setelah berdiam diri sekian lama, sibuk melakukan ini itu mencari ilham, akhirnya ketemu satu meskipun sedikit maksa. *evil laugh* Hari ini aku cuti bosku, i'm not feeling that fit but still eating something unhealthy, uuuugh.... and here I am, terkapar di atas kasur setelah puwasssss makan mie #radang.

Well, back to the topic. Kalo nanya hobiku apa, salah satunya adalah makan. Makanan favoritku apa, jawabnya adalah telur alias endhog, sama mie!!!! Duh suka khilaf kalo ada mie, cuma untungnya saya ga terlalu sering makan mie, apalagi yang instant. Meskipun cinta banget sama mie, tapi terlalu sering dan berlebihan makan mie instant itu efeknya nyeremin. Karena pada dasarnya, segala sesuatu yang berlebihan itu GA BAIK, inget ya gess, ga baik.

Ngomongin mie instant, pamor makanan mie instant Indonesia di dunia uda ga diragukan. Uda sampe kemana-mana. Bahkan orang Amerika juga heboh sama rasanya mie goreng instant Indomie (yaaaa aku juga sukaaaaa ><), uda ke Cina juga, ke Jepang juga, kemana-mana deh pokoknya. Tapi, masalahnya yang barusan aku makan bukan Indomie *nyahahahahaha* tapi dari merek mie Sedaap.
Tau kan yang varian Kari Spesial dari mie Sedaap? Yang kental banget itu kuahnya. Merah merekah, tapi ga pedes, cuma rasa kaldunya nyampur pas banget di lidah. That's why I love this one. Untuk merek ini, varian yang aku suka banget mie sotonya yang rasanya seger karena paduan jeruk nipisnya, sama kari spesial ini. Endessss merembessss lah pokoknya *halahh*.

Terpengaruh sama mbak cantik dari Jepang, Yuka Kinoshita, yang doyang mukbang alias makan besar, aku bikin mie, tapi dalam porsi wajar hahahahahha. Ngeri ihhh bayangin makan sebanyak itu, meskipun aku sendiri juga doyan makan besar xD

Emang terpengaruh apanya dari Yuka?
Make telor. Biasa aja kan? Yang bikin ga biasa itu telornya dipecah ketika mienya uda siap hidang, bukan dipecah direbus jadi 1 sama mienya kayak yang di warteg-warteg yang selama ini sering emak ajarin. Bukan. Jadi telornya setengah mateng pas mienya diaduk. Juga penyajian model gini ngingetin aku tiap makan ramyeon di Kimchi-go. Efeknya? Well, rasanya menurut eke, sedikit beda lo gess. Ciyus? Ciyusly different! Warna kuahnya pun agak beda ga kayak yang biasa aku bikin, mungkin karena pengaruh telornya jadi ga 'tersuwir-suwir' tapi ngendap di dalem kuah(?) bayangin sendirilah cuy xD Wenak kok gess, tenang aja.

Dan beginilah tampilannya :

Sebelum telornya diaduk 

Sesudah telornya diaduk 

Gimana? Menggoda kan? Emang! Rasanya berubah jadi lebih manteb, kental, dan karena tambahan cabe irisnya, pedesnya jadi lebih nampol ges. Kuy lah, dicobain sendiri di rumah. Sekarang aku tahu kenapa mbak Yuka demen banget nambah telornya pas uda ready to serve atau bahkan pas uda served. Ternyata gitu toh rasanya, wkwkwkwkkwk.

Woke ges, aku mau lanjut nonton The Emoji Movie dulu, bhabhay!!!!

Chinese Drama Half Review : Derailment

 Hiiiiihooooo everybodyyyyy! How's your life today? I’m back again after a really long break. Hehehe. And to proof that my English writi...